Dasar-Dasar Kanker- Menjelaskan Kebingungan & Kesalahpahaman

Disumbangkan oleh: Dr Foo Kian Fong

Kanker: Mengapa sangat membingungkan? 

Kanker merupakan salah satu pembunuh utama di dunia, namun masih banyak yang disalahpahami. Dr Foo Kian Fong dari Parkway Cancer Centre akan menjelaskan mengenai dasar-dasar kanker.

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian yang utama di seluruh dunia. Pada tahun 2015, kanker bertanggung jawab terhadap hampir sembilan juta kematian  – sekitar satu dalam setiap enam kematian. Menurut World Health Organization, lima kanker yang menduduki peringkat teratas dalam menyebabkan kematian adalah kanker paru, hati, kolorektal, lambung dan payudara.

Di Singapura, kanker merupakan penyebab kematian yang utama – hampir 30 persen – pada tahun 2015. Menurut Singapore Cancer Registry, antara tahun 2011 dan 2015, tiga kanker yang berada pada peringkat teratas terdiagnosis pada pria adalah kanker kolorektal, paru dan prostat. Sementara pada wanita adalah kanker payudara, kolorektal dan paru. 

Melalui beberapa estimasi, satu dari setiap empat atau lima orang kemungkinan akan terkena penyakit ini dalam masa hidupnya. Risiko meningkat seiring dengan bertambahnya usia, walaupun kemajuan yang terus-menerus dalam teknologi kesehatan, pengobatan dan perawatan kanker yang juga berarti bahwa kemungkinan besar orang dapat bertahan hidup. 

Masalah pembelahan sel

Sel-sel perlu bertumbuh dan membelah untuk menghasilkan lebih banyak sel guna menjaga tubuh tetap sehat. Namun, kadangkala proses ini tidak berjalan dengan benar. 

Pembelahan sel dikendalikan oleh gen, yang terletak di dalam inti sel. Mereka memberikan instruksi kepada sel bagaimana cara membelah dan harus hidup berapa lama, namun bila terdapat kesalahan dalam instruksi ini, maka dapat menyebabkan terjadinya mutasi. 

Sebagai contoh, sel dapat membelah tanpa terkendali, sehingga menghasilkan sel-sel yang tidak dibutuhkan yang membentuk sebuah jaringan yang disebut tumor. Sel-sel yang abnormal juga dapat menyerang jaringan di dekatnya atau berjalan ke bagian tubuh lainnya, berkelompok dan menghancurkan jaringan normal. Saat penyebaran ini – yang disebut sebagai metastasis – terjadi, maka hasilnya adalah kanker.

Tidak semua tumor adalah kanker. Beberapa tumor bersifat jinak, yaitu sel-selnya tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Tumor seperti ini dapat dibuang, dan pada sebagian besar kasus tidak kembali lagi. Namun beberapa tumor dapat bersifat ganas, yaitu sel-selnya dapat menyebar. 

Penyebab kanker

Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko terjadinya kanker pada masing-masing orang. Salah satu faktor adalah susunan genetik, yang dapat membuat seseorang terkena penyakit ini. 

Faktor lainnya adalah karsinogen eksternal, yaitu bahan atau zat yang menyebabkan kanker. Interaksi antara karsinogen dan gen dapat menyebabkan kerusakan dan perubahan pada sel yang akhirnya menyebabkan terjadinya kanker.

Karsinogen meliputi sinar ultraviolet (UV), radiasi dari sinar X (rontgen), asbes, infeksi yang disebabkan oleh virus tertentu, racun tertentu yang terdapat dalam produk-produk kimiawi – dan tembakau.

Namun, sejauh ini tembakau merupakan penyebab kanker yang paling umum. Merokok – termasuk merokok pasif – dapat menyebabkan kanker paru, tenggorokan, mulut, pankreas, kandung kemih, lambung dan hati. Asap tembakau terdiri dari ribuan zat kimia, dimana banyak di antaranya bersifat karsinogenik. Lebih dari 80 persen kasus kanker paru di seluruh dunia disebabkan oleh tembakau. 

Gaya hidup dan diet juga dapat mempengaruhi risiko untuk terkena kanker. Asupan buah dan sayur yang tidak memadai, atau asupan garam atau alkohol yang tinggi, dapat meningkatkan risiko terkena kanker. 

Menurunkan risiko 

Meskipun tidak ada cara yang dapat sepenuhnya mencegah kanker, terdapat banyak cara untuk mengurangi risiko terkena kanker. 

  • Berhenti merokok: Jangan memulainya, atau berhentilah bila Anda telah merokok. Tidak peduli berapapun usia Anda, berhenti merokok dapat menurunkan risiko terkena kanker paru. Cobalah untuk menghindari menghirup asap rokok orang lain, karena merokok pasif dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru, bahkan bagi mereka yang tidak merokok.

  • Makan yang sehat: Kurangi makan daging dan makanan olahan. Hampir sepertiga dari semua kasus kanker berkaitan dengan nutrisi dan berat badan.

  • Kurangi minum alkohol: Jangan minum lebih dari satu hingga dua minuman beralkohol per hari.

  • Tetap aktif: Lakukan latihan aerobik sedikitnya 30 menit per hari. 

  • Hindari sinar matahari: Membantu menurunkan risiko terjadinya kanker kulit, yang seringkali menyerang bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, tangan, lengan bawah dan telinga. Lindungi diri dengan memakai topi dan pakaian, serta gunakan tabir surya yang berkekuatan tinggi.

  • Lakukan imunisasi: Vaksinasi dapat membantu mencegah terjadinya kanker yang berhubungan dengan infeksi virus, seperti Hepatitis B, yang dapat menyebabkan terjadinya kanker hati, dan HPV (Human Papillomavirus), yang dapat menyebabkan terjadinya kanker serviks dan kanker lainnya yang berhubungan dengan alat kelamin.

  • Lakukan skrining: Skrining teratur dan pemeriksaan diri sendiri meningkatkan kemungkinan untuk menemukan kanker secara dini, yang kemudian akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengobatan. 

 

Melihat tanda-tandanya 

Selain skrining teratur, memperhatikan perubahan yang tidak biasa yang terjadi pada tubuh Anda dapat membantu untuk mendeteksi kanker secara dini. Meskipun tanda-tanda yang tercantum di sini tidak selalu berarti bahwa Anda menderita kanker, adalah hal yang baik untuk bersikap hati-hati. Bila tanda-tanda ini tidak kunjung hilang, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda. Bahkan bila tanda-tanda tersebut bukan berasal dari kanker, mereka dapat mengindikasikan keberadaan penyakit atau masalah lain. 

  • Rasa sakit pada kulit, vagina, rongga mulut, atau bagian tubuh lainnya yang tampaknya tidak kunjung membaik.

  • Pendarahan atau keluar cairan yang tidak biasa, seperti misalnya terdapat darah pada dahak atau tinja, pendarahan vagina yang tidak normal, atau keluarnya cairan yang mengandung darah dari puting payudara. 

  • Benjolan yang menebal pada payudara, testis, kelenjar getah bening atau jaringan lunak.

  • Perubahan pada kebiasaan buang air besar atau fungsi kandung kemih, seperti misalnya sembelit atau diare kronis, nyeri ketika buang air kecil, lebih sering atau lebih jarang buang air kecil, terdapat darah pada air seni Anda, atau adanya perubahan yang signifikan pada ukuran tinja Anda. 

  • Batuk atau suara serak yang tidak kunjung membaik. 

  • Gangguan pencernaan atau kesulitan dalam menelan makanan. 

  • Perubahan pada kutil atau tahi lalat, sepertinya misalnya terjadi perubahan yang mendadak pada warna, bentuk atau ukuran kutil atau tahi lalat pada kulit. 

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, seperti misalnya berat badan turun hingga lima kilogram atau lebih meskipun Anda tidak melakukan diet. 

  • Nyeri punggung, atau sakit atau rasa tidak nyaman pada punggung bagian bawah atau tulang panggul.

  • Demam dan rasa lelah yang teramat sangat.

 

Skrining: Kapan melakukannya

Lakukanlah skrining secara teratur pada kulit, mulut, usus besar dan dubur Anda. Pria sebaiknya juga melakukan skrining pada prostat dan testis, sedangkan wanita sebaiknya juga melakukan skrining kanker serviks dan payudara. 

Skrining kanker payudara (wanita)

Usia 39 tahun dan di bawah 39 tahun: Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan

Usia 40 hingga 49 tahun: Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan, skrining mamografi tahunan

Usia 50 tahun dan di atas 50 tahun: Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan, skrining mamografi setiap dua tahun

Skrining kanker serviks (wanita)

Di atas usia 25 tahun dan aktif secara seksual: Pemeriksaan Pap smear setiap tiga tahun.

Skrining kanker kolorektal (pria & wanita)

Usia 50 tahun dan di atas 50 tahun: Pemeriksaan imunokimia tinjal/faecal immunochemical test (FIT) tahunan dan kolonoskopi setiap 10 tahun. 

Orang yang berisiko lebih besar untuk terkena kanker kolorektal: Mulai melakukan skrining lebih dini dan lakukan kolonoskopi setiap tiga tahun sekali.

Kok Bee Eng

DIPOSTING DI Pencegahan Kanker
Label karsinogen, kesalahpahaman, mencegah kanker, mengurangi risiko (terkena) kanker, tumor
DITERBITKAN 07 FEBRUARI 2018