Gambaran Umum

Apa itu Kanker Kolorektal?

Colorectal Anatomy

Kanker Kolorektal, umumnya dikenal sebagai kanker kolon atau kanker usus besar, berasal dari jaringan kolon (bagian terpanjang dari usus besar) atau rektum (beberapa inci terakhir dari usus besar sebelum anus).

Seberapa Umumkah Kanker Kolorektal?

Top 5 cancers by gender (2016-2020)

Kanker kolorektal adalah salah satu kanker yang paling umum. Di Singapura, kanker Kolorektal merupakan kanker yang paling umum terjadi pada pria, mencakup hampir 17% dari seluruh kanker pada pria, dan kedua setelah kanker payudara pada wanita, yaitu 13% dari seluruh kanker pada wanita1.

Kabar baiknya, jumlah kematian akibat kanker kolorektal telah menurun selama 15 tahun terakhir1. Hal ini mungkin disebabkan karena semakin banyak orang yang melakukan skrining secara teratur, yang dapat mendeteksi kanker Kolorektal secara dini2. Pengobatan untuk kanker kolorektal juga telah meningkat. Ini berarti bahwa pasien dapat diobati dengan lebih efektif2. Deteksi dini kanker Kolorektal biasanya memainkan peranan penting dalam mendapatkan kesembuhan total3.

Penyebab & Gejala

Apa yang menyebabkan Kanker Kolorektal?

Tidak ada penyebab tunggal kanker Kolorektal, tetapi kemungkinan besar merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan4. Pada sebagian besar kasus, kanker usus besar dimulai sebagai polip jinak yang berkembang menjadi pertumbuhan kanker dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun4.

Faktor Risiko Kanker Kolorektal

Meskipun tidak ada yang benar-benar mengetahui penyebab pastinya, kita tahu bahwa orang dengan faktor risiko tertentu lebih mungkin terkena kanker Kolorektal dibandingkan dengan orang lain. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan faktor risiko berikut ini lebih mungkin terkena kanker Kolorektal5:

  • Polip Kolorektal

    Polip adalah pertumbuhan pada dinding bagian dalam usus besar atau rektum dan umum terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Sebagian besar polip bersifat jinak (tidak bersifat kanker), tetapi seiring berjalannya waktu, perubahan genetik dapat terjadi dan beberapa polip (adenoma) dapat menjadi kanker.
  • Penyakit radang usus

    Seseorang yang memiliki kondisi yang menyebabkan radang usus besar (seperti kolitis ulserativa atau penyakit Crohn) selama bertahun-tahun, memiliki risiko lebih tinggi.
  • Riwayat pribadi kanker

    Seseorang yang pernah menderita kanker Kolorektal sebelumnya, lebih mungkin terkena kanker Kolorektal untuk kedua kalinya. Selain itu, wanita dengan riwayat kanker ovarium, rahim (endometrium), atau payudara memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker Kolorektal.
  • Riwayat keluarga

    Mereka yang memiliki satu atau lebih kerabat tingkat pertama (orang tua, saudara kandung atau anak) yang menderita kanker kolorektal, lebih mungkin terkena penyakit ini, terutama jika kerabat Anda menderita kanker pada usia muda.
  • Faktor gaya hidup

    Individu yang merokok, banyak mengonsumsi alkohol, mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat (ditemukan dalam buah dan sayuran), kelebihan berat badan, atau kurang aktif secara fisik, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kolorektal.
  • Usia

    Kanker Kolorektal lebih mungkin terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Lebih dari 90 persen penderita penyakit ini didiagnosis setelah usia 50 tahun ke atas6.

Apa Saja Tanda dan Gejala Kanker Kolorektal?

Kanker Kolorektal tidak selalu menimbulkan gejala, terutama pada tahap awal penyakit.

Gejala kanker Kolorektal dapat meliputi7:

  • Change in bowel habits (diarrhoea or constipation)
  • Perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau konstipasi)
  • Merasa bahwa usus Anda tidak kosong sepenuhnya
  • Menemukan darah (baik berwarna merah terang atau sangat gelap) dalam tinja Anda
  • Menemukan tinja Anda lebih sempit dari biasanya
  • Sering mengalami nyeri atau kram perut, atau merasa kenyang atau kembung
  • Merasa sangat lelah sepanjang waktu
  • Mengalami mual atau muntah

Masalah kesehatan lainnya dapat menyebabkan beberapa gejala ini. Selain itu, penting untuk diperhatikan bahwa kanker stadium awal biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, konsultasikan dengan dokter Anda. Ingatlah bahwa diagnosis dan penanganan dini akan memberikan hasil yang lebih baik daripada mereka yang terdiagnosis pada stadium lanjut kanker.

Diagnosis & Penilaian

Diagnosis Kanker Kolorektal

Jika Anda memiliki gejala atau hasil skrining yang menunjukkan adanya kanker Kolorektal, dokter Anda akan memeriksa lebih lanjut untuk menentukan apakah Anda menderita kanker. Kanker Kolorektal dapat dideteksi melalui prosedur dan tes berikut ini8:

  • Riwayat klinis dan pemeriksaan

    Dokter Anda akan menanyakan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga Anda dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya massa di perut Anda.
  • Sigmoidoskopi

    Tes ini dapat dilakukan jika dicurigai adanya kanker rektum. Dokter akan memeriksa rektum dan bagian bawah usus besar Anda dengan tabung tipis, kaku, dan bercahaya (sigmoidoskop) untuk mencari tumor.
  • Kolonoskopi

    Dokter memeriksa seluruh usus besar dan rektum Anda dengan menggunakan tabung tipis, fleksibel, dan bercahaya (kolonoskop) dengan kamera video di ujungnya. Tabung dimasukkan melalui anus dan masuk ke dalam rektum dan usus besar.
  • Kolonografi CT

    Juga dikenal sebagai kolonoskopi virtual, prosedur ini menggunakan peralatan sinar-X khusus untuk mendapatkan pemindaian bagian dalam usus besar dan rektum.

Jika ditemukan kelainan (seperti polip), biopsi mungkin diperlukan. Seringkali, jaringan abnormal dapat diangkat selama kolonoskopi atau sigmoidoskopi. Ahli patologi kemudian memeriksa jaringan untuk mencari sel kanker dengan menggunakan mikroskop.

Bagaimana Kanker Kolorektal Dinilai?

Jika biopsi menunjukkan adanya kanker, dokter Anda perlu mengetahui tingkat keparahan penyakitnya untuk merencanakan penanganan terbaik. Stadium didasarkan pada apakah tumor telah menyerang jaringan di dekatnya, apakah kanker telah menyebar dan, jika demikian, ke bagian tubuh mana.

Dokter menggambarkan stadium kanker kolorektal sebagai berikut9:

Stages of Colon Cancer

Pengobatan Kanker Kolorektal

Pilihan Pengobatan Kanker Kolorektal

Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi kemajuan besar dalam pengobatan kanker Kolorektal. Secara khusus, kini tersedia pengobatan yang sangat baik bagi mereka yang menderita penyakit stadium lanjut.

Pengobatan yang paling sesuai tergantung pada jenis tumor, lokasi, serta karakteristik pasien2. Pengobatan lokal abiasanya cocok untuk kanker stadium awal, sehingga pasien dapat diobati tanpa mempengaruhi bagian tubuh lainnya10. Pengobatan sistemik biasanya melibatkan penggunaan obat-obatan, baik yang diberikan melalui mulut atau langsung ke dalam aliran darah, untuk menjangkau sel-sel kanker di seluruh tubuh10.

  • Pembedahan

    Pembedahan kanker kolorektal melibatkan pengangkatan jaringan yang mengandung tumor dan jaringan/kelenjar getah bening di sekitarnya. Pembedahan ini dapat dilakukan melalui laparoskopi (pembedahan dengan lubang kecil) atau laparotomi (pembedahan terbuka).
  • Kemoterapi

    Kemoterapi melibatkan penggunaan obat antikanker untuk mengecilkan/membunuh sel kanker. Obat-obatan tersebut masuk ke dalam aliran darah dan oleh karena itu menyebar ke seluruh tubuh. Terapi ini umumnya diresepkan untuk kanker stadium lanjut (stadium 3 atau 4) untuk mengendalikan kanker dan kadang-kadang kanker usus besar stadium 2 setelah pembedahan untuk mengurangi kemungkinan kekambuhan.
  • Terapi target kanker

    Sebagian penderita kanker Kolorektal yang telah menyebar ke bagian tubuh lain dapat diberikan terapi target.Terapi target adalah obat yang menghalangi pertumbuhan dan penyebaran kanker dengan mengganggu molekul spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan penyebaran tumor.
  • Terapi radiasi

    Terapi radiasi (juga disebut radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terapi ini hanya memengaruhi sel kanker di area yang dirawat. Terapi ini digunakan terutama pada kanker rektum.

Tingkat Kelangsungan Hidup Kanker Kolorektal

Diagnosis dini kanker Kolorektal dapat menyelamatkan nyawa. Semakin dini terdeteksi, semakin tinggi kemungkinan untuk sembuh3.

Colorectal Cancer 5 Years Survival Rate by Extend of SpreadColorectal Cancer 5 Years Survival Rate by Stages

Penting untuk diingat bahwa angka-angka ini hanya merupakan perkiraan dan dengan kemajuan yang terus berlanjut dalam pengobatan serta metode skrining, tingkat kelangsungan hidup untuk kanker kolorektal diperkirakan akan terus membaik.

Pencegahan & Skrining

Skrining Kanker Kolorektal

Tes skrining itu penting! Tes ini membantu dokter Anda menemukan polip atau kanker sebelum Anda mengalami gejala. Deteksi dini kanker Kolorektal juga akan meningkatkan efektivitas pengobatan kanker. Tes skrining berikut ini dapat digunakan untuk mendeteksi polip, kanker, atau kelainan lainnya11:

  • Tes Darah Tinja atau Fecal Occult Blood Test (FOBT) atau Tes Imunokimia Tinja (FIT)

    Kadang-kadang kanker atau polip mengeluarkan darah, dan FOBT atau FIT dapat mendeteksi sejumlah kecil darah dalam tinja. Jika tes ini mendeteksi adanya darah, maka diperlukan tes lain untuk menemukan sumber darah tersebut. Kondisi jinak (seperti wasir) juga dapat menyebabkan darah dalam tinja.
  • Kolonoskopi

    Dokter akan memeriksa rektum dan seluruh usus besar Anda dengan menggunakan tabung panjang yang diterangi dengan kamera video di ujungnya (kolonoskop). Jika polip (pertumbuhan jinak yang dapat menyebabkan kanker) ditemukan, polip dapat diangkat.
  • Kolonoskopi virtual

    Dalam tes ini, peralatan sinar-X khusus digunakan untuk menghasilkan gambar usus besar dan rektum. Komputer akan menyusun gambar-gambar ini menjadi gambar rinci yang dapat menunjukkan polip dan kelainan lainnya.

Tes skrining direkomendasikan bagi individu berusia di atas 50 tahun tanpa faktor risiko apa pun untuk mendeteksi polip pra-kanker pada tahap awal. Skrining yang lebih dini direkomendasikan bagi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi4.

Pencegahan Kanker Kolorektal

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah terjadinya kanker Kolorektal. Namun demikian, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko9,12:

  • Lakukan skrining secara teratur - Skrining kanker Kolorektal dapat menemukan polip prakanker dan mengangkatnya sebelum berubah menjadi kanker
  • Miliki pola makan yang seimbang dengan lebih banyak mengonsumsi buah, sayur, dan biji-bijian, serta kurangi daging merah dan daging olahan
  • Tetap aktif dengan olahraga teratur dan menjaga berat badan yang sehat
  • Jangan merokok
  • Batasi asupan alkohol

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Collapse All
Expand All

Kemungkinan terkena kanker Kolorektal meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Risiko meningkat tajam sejak usia 50 tahun, dengan sekitar 90% kasus didiagnosis pada individu berusia 50 tahun atau lebih2.

Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun secara keseluruhan untuk kanker Kolorektal adalah 64%. Namun, tingkat kelangsungan hidup secara signifikan lebih baik bagi mereka yang memiliki penyakit stadium lokal/awal, yaitu 90%2. Skrining kolorektal secara teratur memungkinkan deteksi dini dan peluang kesembuhan yang lebih tinggi3.

Kanker Kolorektal sangat dapat diobati dan sering kali dapat disembuhkan, terutama jika ditemukan pada tahap awal penyakit13.

Usus adalah bagian dari sistem pencernaan. Usus terdiri dari usus kecil (usus halus), dan usus besar (kolon dan rektum). Kanker usus yang paling sering terjadi pada usus besar dan atau rektum, yang juga dikenal sebagai kanker kolorektal. Pada kasus yang sangat jarang, kanker usus juga dapat terjadi pada usus kecil.

Colon Anatomy

Referensi

  1. National Registry of Diseases Office. Singapore Cancer Registry Annual Report 2020. Singapore, National Registry of Diseases Office; 2022.
  2. American Cancer Society. Colorectal Cancer Facts and Figures 2020-2022. Atlanta, American Cancer Society; 2020.
  3. American Cancer Society. Survival Rates for Colorectal Cancer. Accessed at cancer.org/cancer/types/colon-rectal-cancer/detection-diagnosis-staging/survival-rates.html on 4 July 2023.
  4. National University Hospital. Colorectal Cancer. Accessed at nuh.com.sg/Health-Information/Diseases-Conditions/Pages/Colorectal-Cancer.aspx on 4 July 2023.
  5. UpToDate. Colorectal Cancer: Epidemiology, Risk Factors and Protective Factors. Accessed at uptodate.com/contents/colorectal-cancer-epidemiology-risk-factors-and-protective-factors on 4 July 2023.
  6. Colon Cancer Coalition. Get the Facts about Colon Cancer. Accessed at coloncancercoalition.org/get-educated/what-you-need-to-know/colon-cancer-facts/ on 4 July 2023.
  7. Centers for Disease Control and Prevention. What are the Symptoms of Colorectal Cancer? Accessed at cdc.gov/cancer/colorectal/basic-info/symptoms.htm on 4 July 2023.
  8. American Cancer Society. Tests to Diagnose and Stage Colorectal Cancer. Accessed at cancer.org/cancer/types/colon-rectal-cancer/detection-diagnosis-staging/how-diagnosed.html on 4 July 2023.
  9. Gleneagles Hospital Singapore. Colorectal Cancer. Accessed at gleneagles.com.sg/conditions-diseases/colorectal-cancer/symptoms-causes on 4 July 2023.
  10. American Cancer Society. Treating Colorectal Cancer. Accessed at cancer.org/cancer/types/colon-rectal-cancer/treating.html on 4 July 2023.
  11. National Cancer Institute. Colorectal Cancer Screening (PDQ) – Patient Version. Accessed at cancer.gov/types/colorectal/patient/colorectal-screening-pdq on 4 July 2023.
  12. American Cancer Society. Can Colorectal Cancer Be Prevented. Accessed at cancer.org/cancer/types/colon-rectal-cancer/causes-risks-prevention/prevention.html on 4 July 2023.
  13. National Cancer Institute. Colorectal Cancer Treatment (PDQ) – Health Professional Version. Accessed at cancer.gov/types/colorectal/hp/colon-treatment-pdq on 4 July 2023.
  14. National Registry of Diseases Office. Singapore Cancer Registry 50th Anniversary Monograph – Appendices. Singapore, National Registry of Diseases Office; 2022.