Berita & Artikel
Kanker Kolorektal: Risiko, Deteksi Dini & Pencegahan

Sebagai kanker tersering ketiga di dunia1, kanker kolorektal juga sangat dapat dicegah. Namun demikian, banyak pasien baru terdiagnosis pada stadium lanjut, ketika pengobatan menjadi lebih kompleks dengan luaran yang kurang baik.
Apa itu kanker kolorektal?
Kanker kolorektal mencakup kanker usus besar (bagian terpanjang dari usus besar) dan kanker rektum. Kanker ini biasanya berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun, dimulai sebagai pertumbuhan kecil atau polip yang pada akhirnya dapat menjadi kanker.
Gejala kanker kolorektal
- Perubahan kebiasaan buang air besar
- Darah dalam tinja
- Nyeri perut atau kram yang menetap
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Anemia
- Kelelahan atau kelemahan
Apa saja faktor risikonya?
- Pola makan tinggi daging olahan dan daging merah
- Rendahnya asupan buah dan sayuran
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Merokok
- Gaya hidup sedentari (kurang gerak)
- Obesitas
- Riwayat keluarga dengan kanker kolorektal atau penyakit radang usus
- Risiko meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia, terutama setelah 50 tahun
Cara menurunkan risiko
- Mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan
- Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran
- Menjaga berat badan yang sehat
- Mengonsumsi alkohol secara moderat
- Berolahraga secara teratur
- Berhenti merokok
- Melakukan skrining secara teratur
Pemeriksaan dan Deteksi Dini
Karena polip dapat membutuhkan waktu 10 tahun untuk menjadi ganas, para dokter memiliki waktu yang krusial untuk melakukan intervensi. Pilihan skrining meliputi:
- FIT (Faecal Immunochemical Test): Mendeteksi darah tersembunyi dalam tinja.
- Kolonoskopi (Standar Emas): Memasukkan tabung serat optik melalui anus dan menyusuri usus besar untuk mencari serta mengangkat polip.
- Kolonografi dengan Tomografi Terkomputasi (CT): Menggunakan sinar-X untuk mendapatkan gambaran interior usus besar.
Pengobatan
Operasi tetap menjadi terapi utama, sering kali menggunakan teknik minimal invasif. Kanker stadium lanjut mungkin juga memerlukan kemoterapi, terapi tertarget, atau imunoterapi.
| DIPOSTING DI | Pencegahan Kanker |
| BACA SELENGKAPNYA TENTANG | Kanker Kolorektal |
| DITERBITKAN | 01 Maret 2026 |
