13 OKTOBER 2016

Saya menderita kanker payudara... Apakah payudara saya harus diangkat?

Disumbangkan oleh: Dr See Hui Ti

Dr See Hui Ti dari Parkway Cancer Centre membahas mengenai ketakutan yang umum dimiliki oleh para wanita.

Nona Ling menyeka air matanya ketika berbicara, namun beliau tidak dapat menyembunyikan kepahitan dalam suaranya.

“Saya tidak minum minuman beralkohol, saya tidak merokok, saya tidak makan daging dalam jumlah yang banyak, dan tidak ada seorang pun dalam keluarga saya yang pernah menderita kanker payudara. Jadi, mengapa saya terkena kanker payudara?”

Namun, tampaknya apa yang paling dikhawatirkan oleh wanita berusia 42 tahun ini adalah pengobatan yang mungkin harus dijalaninya. “Saya belum menikah dan tidak berharap payudara saya diangkat,” ujar beliau kepada saya. “Apakah ada alternatif lainnya?”

Orang tentu dapat memahami perasaannya.

Pertama, terjadi keterkejutan ketika didiagnosa menderita kanker payudara, yang mana penyakit ini menyerang satu dari 15 wanita di Singapura sebelum mencapai usia 75 tahun. Tingkat kejadiannya paling tinggi di antara wanita yang berusia 45 hingga 64 tahun.

Persepsi yang umum ditemui adalah bahwa hanya orang yang memiliki mutasi genetik atau yang menjalani diet yang tidak baik selama bertahun-tahun, yang berada dalam bahaya untuk terkena kanker payudara. Karena Nona Ling tidak termasuk dalam kedua kelompok tersebut, maka sulit baginya untuk membayangkan bahwa ia akan menjadi korban.

Meski demikian, statistik menunjukkan bahwa hanya hingga 15 persen kasus di Singapura yang disebabkan oleh faktor keturunan. Dan meskipun merokok serta minum minuman beralkohol merupakan aktivitas yang berisiko tinggi, kanker payudara dapat terjadi pada wanita yang sehat.

Yang kedua, terdapat persepsi umum bahwa menderita kanker payudara secara otomatis berarti harus menjalani mastektomi (pengangkatan payudara) total. .

Pada kenyataannya, terdapat beberapa pilihan pengobatan, dan ini bergantung pada jenis kanker payudara yang diderita oleh pasien, serta faktor-faktor lainnya. Selain pengangkatan seluruh payudara, ahli bedah juga dapat melakukan pengangkatan sebagian dari payudara.

Dalam memutuskan prosedur bedah mana yang akan dilakukan, ahli bedah akan mempertimbangkan usia pasien, kondisi kesehatannya, ukuran payudara, lokasi tumor payudara, dan apakah tumor payudaranya bersifat multisentris.

Bila letak tumor terlalu dekat dengan puting atau ukuran payudara tidak memiliki jaringan payudara yang memadai untuk mempertahankan penampilan payudara yang sehat setelah operasi, maka ahli bedah dapat merekomendasikan untuk melakukan mastektomi total.

Bila pasien tidak ingin menjalani mastektomi total, ahli bedah dapat merekomendasikan kemoterapi neoajuvan, yaitu suatu pengobatan kemoterapi baru yang memperkecil tumor payudara, sebelum melakukan mastektomi sebagian.

Meski demikian, memilih untuk melakukan pengangkatan sebagian dari payudara memiliki beberapa implikasi.

Karena terkadang sulit untuk memprediksi bagaimana batas tumor dari kanker payudara multisentris (terdapat lebih dari satu tumor pada beberapa bagian yang berbeda dari payudara) akan berkembang, maka tanpa dapat dihindari, mastektomi sebagian berarti bahwa akan tertinggal sisa dari sel-sel kanker.

Jadi, apabila seorang pasien menderita kanker payudara multisentris, biasanya ahli bedah akan merekomendasikan untuk melakukan mastektomi total. Pasien kemudian dapat memilih untuk menjalani rekonstruksi payudara untuk mengembalikan tampilan payudara yang hilang.

Terdapat sejumlah cara yang berbeda untuk melakukan hal ini, dan itu bergantung pada stadium kanker, serta apakah perlu dilakukan terapi radiasi.

Agar mastektomi sebagian – operasi payudara dengan melakukan irisan yang lebar untuk mengangkat tumor beserta beberapa jaringan di sekitarnya – dapat dilakukan, makan payudara haruslah lebih besar dari tumornya, sehingga terdapat jaringan payudara yang memadai yang dapat digunakan untuk mempertahankan penampilan payudara yang sehat setelah operasi.

Menjalani mastektomi sebagian ketimbang mastektomi total, biasanya juga berarti bahwa Anda harus menjalani terapi radiasi setelah operasi, untuk mengurangi kemungkinan kambuhnya kanker. Oleh sebab itu, pasien yang tidak ingin menjalani terapi radiasi sebaiknya memilih untuk melakukan mastektomi total.

Mastektomi total dan mastektomi sebagian yang dikombinasikan dengan radioterapi memiliki tingkat kekambuhan yang sama – yaitu kurang dari lima persen.

Beberapa wanita bahkan sampai melakukan pengangkatan kedua payudara untuk menghindari risiko terkena kanker payudara di masa yang akan datang pada payudara yang sehat.

Sejak aktris Hollywood Angelina Jolie melakukan pengangkatan kedua payudaranya tiga tahun yang lalu setelah ia mengetahui bahwa ia memiliki mutasi genetik, mastektomi yang dilakukan untuk mengurangi risiko telah diakui di seluruh dunia.

Meskipun demikian, wanita yang hasil tes mutasi genetiknya positif harus mempertimbangkan pilihan ini dengan seksama sebelum memutuskan untuk melakukan hal yang sama dengan Angeline Jolie.

Untunglah mutasi genetik jenis ini langka ditemukan di Singapura. Para wanita akan dapat melindungi diri mereka terhadap kanker payudara dengan mendidik diri mereka sendiri, yang mana hal ini akan memungkinkan mereka untuk mengambil pilihan yang terbaik bagi kesehatan mereka.

Untuk Nona Ling, beliau pun menemukan kanker payudaranya cukup dini.

“Jangan khawatir,” saya berkata kepadanya, dan melegakan hatinya. “Anda memiliki beberapa pilihan.”

Dan beliau memang memiliki beberapa pilihan.

Kanker payudara: Fakta yang terjadi

  • Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada wanita di Singapura.
  • 1 dari 15 wanita akan menderita kanker payudara sebelum mencapai usia 75 tahun.
  • Wanita Cina memiliki risiko yang lebih tinggi bila dibandikan dengan wanita Melayu dan India.
  • Sebagian besar kasus kanker terdiagnosa pada Stadium 1 dan 2 serta pada usia 45-64 tahun.
     

Sumber: Singapore Cancer Registry, Trends in Cancer Incidence in Singapore 2010-2014

Pemeriksaan/skrining: Kapan perlu dilakukan

Bila Anda berusia 39 tahun atau kurang:

  • Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan
     

Bila Anda berusia 40 hingga 49 tahun:

  • Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan
  • Pemeriksaan/skrining mamografi tahunan
     

Bila Anda berusia 50 tahun atau lebih:

  • Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan
  • Pemeriksaan/skrining mamografi setiap dua tahun
     

Sumber: Parkway Cancer Centre

DIPOSTING DI Pencegahan Kanker, Perawatan Kanker
Label bedah rekonstruksi, mastektomi, mutasi kanker