Panduan untuk Kit Tes Imunokimia Feses (FIT)


Kanker kolorektal merupakan kanker paling umum ketiga di seluruh dunia1 dan penyebab kematian akibat kanker kedua terbesar di Singapura2. Skrining dini, termasuk kolonoskopi dan Tes Imunokimia Feses (FIT) Kit, dapat sangat membantu dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien.

Bagi individu yang berusia di atas 50 tahun, polip biasanya terbentuk di dinding bagian dalam usus besar dan rektum. Kebanyakan polip bersifat jinak (bukan kanker), namun beberapa polip (adenoma) dapat menjadi kanker sehingga harus diangkat jika terdeteksi. Polip dan kanker kolorektal dapat dideteksi melalui jejak darah yang mungkin tidak terlihat oleh mata telanjang.

FIT adalah metode pemeriksaan yang murah dan non-invasif yang dapat membantu mendeteksi jejak tersebut pada tinja. Hal ini juga dapat dilakukan dengan mudah dalam kenyamanan rumah Anda sendiri.

 

Siapa yang sebaiknya menggunakan kit FIT?

Kit FIT direkomendasikan untuk individu berusia di atas 50 tahun yang tidak memiliki tanda atau gejala kanker kolorektal. Hal ini karena kanker kolorektal tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan hanya dapat dideteksi melalui skrining3. Individu didorong untuk melakukan FIT setahun sekali.

 

Penggunaan kit FIT yang tepat

Meskipun menggunakan kit FIT untuk mengumpulkan sampel tinja mungkin tampak sederhana, penelitian terbaru4 menunjukkan bahwa satu dari sepuluh pasien mengembalikan spesimen tinja yang tidak dapat diproses di laboratorium. Hal ini mungkin disebabkan oleh kesalahan yang berhubungan dengan pasien seperti sampel tinja yang tidak mencukupi, sampel yang diberi label salah, sampel yang lama, dan wadah yang rusak atau bocor5. Dengan mempelajari penggunaan kit FIT yang tepat, hal ini memungkinkan pengujian yang lebih akurat dan andal.

 

Cara menggunakan perangkat FIT

Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan tentang cara menggunakan kit FIT:

Kumpulkan tinja Anda di atas tisu toilet yang bersih. Pastikan tinja tidak terkena urin atau air.

  1. Jangan mengambil sampel tinja jika Anda memiliki kondisi pendarahan seperti wasir (nanah) atau menstruasi.
  2. Buka botol spesimen dan keluarkan sendok pengumpul.
  3. Gunakan sendok pengumpul untuk mengambil sampel dari bagian dalam dan permukaan tinja sebanyak 6 kali.
  4. Kembalikan sendok pengumpul beserta sampel tinja ke dalam botol spesimen dan kencangkan tutupnya.
  5. Bungkus peralatan dengan bubble wrap sebelum memasukkannya ke dalam kantong biohazard yang disediakan. Kembalikan spesimen pada hari pengujian.

 

Apa yang harus dilakukan jika hasil Anda positif

Jika hasilnya positif, berarti ada darah yang terdeteksi pada sampel tinja Anda. Ini tidak selalu berarti bahwa Anda menderita kanker kolorektal karena ada kemungkinan hasil positif palsu dan negatif palsu. Darah pada tinja juga bisa disebabkan oleh kondisi medis lainnya.

Oleh karena itu, sangat disarankan agar Anda menindaklanjuti dengan penyedia layanan kesehatan Anda dan menjadwalkan janji temu untuk evaluasi lebih lanjut.

 

Menuju kesehatan kolorektal yang lebih baik

Deteksi dini sangat penting bagi mereka yang menghadapi kanker kolorektal. Kit FIT adalah pilihan skrining yang efektif untuk individu yang berisiko karena menyediakan sarana yang dapat diakses untuk mendeteksi kelainan sejak dini.

Dengan memasukkan FIT ke dalam pemeriksaan rutin, individu berada di jalur yang benar menuju manajemen kesehatan proaktif dan masa depan penuh harapan yang ditandai dengan kesehatan kolorektal.

 

 

1"Kanker kolorektal". Organisasi Kesehatan Dunia, 2023.
2Laporan Tahunan Pendaftaran Kanker Singapura 2021.
3“Kanker usus besar: Apa yang perlu Anda ketahui”. Parkway Cancer Centre, 2015.
4Liu, Po-Hong dkk. Al. Tes Imunokimia Tinja yang Kurang Memuaskan untuk Skrining Kanker Kolorektal: Prevalensi, Alasan, dan Pengujian Selanjutnya. Asosiasi Penelitian Kanker Amerika, 2023.

5Pozniak, Sarah. Tes Kanker Usus Besar Apa Saja yang Tersedia yang dapat Dilakukan di Rumah dan Seberapa Andal Tes Tersebut? GoodRx Health, 2023.

 

 
DIPOSTING DI Pencegahan Kanker
Baca Selengkapnya Tentang Kanker Kolorektal
DITERBITKAN 01 MARET 2024