12 SEPTEMBER 2019

Kaheksia Kanker (Sindrom Wasting): Diagnosis, Penanganan & Pencegahan


Kaheksia kanker: Apakah itu

Penurunan berat badan yang sangat banyak, kelelahan, dan kelemahan adalah gejala yang umum dari kanker stadium lanjut. Mari kita lihat penyebabnya dan apa yang dapat kita lakukan. Kaheksia, yang merujuk kepada penurunan berat badan yang sangat banyak, kelelahan, dan kelemahan yang disebabkan oleh penurunan massa otot, merupakan salah satu gejala yang paling umum dijumpai pada orang yang menderita kanker stadium lanjut. Menurut Cancer Research UK, hingga 60 persen pasien dari kelompok tersebut dapat mengalami beberapa tingkat kaheksia. Orang yang menderita kanker stadium dini biasanya tidak mengalami kondisi ini. Disebut juga sebagai sindrom wasting, kaheksia ditandai dengan hilangnya lemak tubuh dan massa tulang seiring dengan semakin sulitnya pasien untuk menelan atau mencerna makanan atau cairan, dan kehilangan nafsu makan mereka bahkan terhadap makanan yang biasanya mereka sukai. Sebagai hasil dari gizi buruk yang tanpa disengaja, para pasien kanker yang menderita kaheksia dapat mengalami penurunan berat badan secara signifikan dan pada akhirnya menjadi sangat kurus dan kekurangan gizi. Kondisi ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah respons tubuh terhadap tumor, yang menyebabkan terjadinya gangguan dalam proses dan fungsi normal tubuh, khususnya dalam menyerap zat-zat gizi, yang kemudian menyebabkan terjadi penurunan berat badan dan berkurangnya massa otot. Gejala utama kaheksia meliputi:
  • Penurunan berat badan yang sangat banyak
  • Hilangnya lemak dan massa otot secara bertahap
  • Hilangnya nafsu makan
  • Mual
  • Kelemahan dan kelelahan yang teramat sangat

Diagnosis dan penanganannya

Kaheksia secara khusus didiagnosis melalui gabungan berbagai pemeriksaan dan tes, termasuk indeks massa tubuh (IMT), yang memberikan informasi mengenai berat badan pasien relatif terhadap tinggi badannya; rasio massa otot terhadap lemak tubuh; dan pemeriksaan darah. Secara lebih formal, kaheksia didefinisikan sebagai hilangnya massa jaringan tanpa lemak yang melibatkan penurunan berat badan sebesar lebih dari lima persen dalam waktu 12 bulan atau kurang dengan adanya penyakit kronis, atau IMT kurang dari 20 kg/m2. Kaheksia harus ditangani dengan tepat, karena kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan pasien untuk menoleransi pengobatan, seperti misalnya kemoterapi, dan untuk mengatasi efek sampingnya. Kondisi ini juga dapat mengurangi kualitas hidup seseorang, karena ia tidak akan dapat makan dengan baik atau berpartisipasi dalam kegiatan harian yang biasa. Meskipun sulit untuk menghilangkan kaheksia atau mengendalikannya sepenuhnya, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk menanganinya dan memberikan kenyamanan serta kelegaan bagi pasien (lihat kotak). Penelitian juga telah menunjukkan bahwa kaheksia sering kali sudah ada sebelum terjadinya penurunan berat badan dan sebelum gejala lainnya terlihat. Oleh sebab itu, pasien kanker harus melakukan skrining kaheksia secara rutin, sehingga intervensi dapat dilakukan secara dini.

Mencegah kaheksia

Bila Anda mengalami hilangnya nafsu makan atau penurunan berat badan yang signifikan, bicaralah dengan dokter ahli onkologi Anda sesegera mungkin. Beberapa gejala mungkin saja merupakan efek samping dari pengobatan kanker yang Anda jalani, dan dapat hilang seiring dengan berjalannya waktu; gejala tersebut bukan berarti Anda pasti menderita kaheksia. Namun, bila Anda memang menderita kaheksia, lebih baik untuk mendiagnosisnya secara dini sehingga dapat diberikan rekomendasi untuk membantu Anda menghadapi kondisi tersebut dengan lebih baik. Rekomendasi tersebut dapat meliputi: Makan dengan benar: Seorang ahli gizi dari tim perawatan kanker Anda dapat membantu Anda menyusun rencana makanan yang dipenuhi dengan zat gizi esensial. Secara umum, baik untuk makan makanan dalam jumlah kecil, sering, dan padat kalori. Dan bila Anda kembali dapat makan lebih banyak, penting untuk meningkatkan asupan makanan dan kalori secara bertahap guna menghindari terjadinya efek samping  dari sindrom pemberian makan kembali. Suplemen gizi: Suplemen yang memiliki gizi lengkap dapat dikonsumsi untuk meningkatkan asupan gizi Anda bila Anda tidak memperoleh gizi yang cukup. Ada beberapa jenis suplemen tersebut untuk memenuhi kebutuhan medis masing-masing orang. Diskusikan dengan ahli gizi Anda untuk memilih satu yang paling sesuai untuk Anda. Olahraga ringan: Kelelahan dan kelemahan sering kali dihubungkan dengan pengobatan kanker. Namun telah diperoleh lebih banyak bukti klinis yang mendukung dilakukannya olahraga ringan untuk mengatasi gejala-gejala ini. Aktivitas fisik dapat membantu memperbaiki suasana hati dan kesejahteraan Anda selama Anda dapat menoleransinya. Kerja samalah dengan seorang ahli olahraga klinis atau seorang fisioterapis untuk menyusun program olahraga yang sesuai dengan kemampuan Anda. Dapatkan dukungan: Jangan mengabaikan pentingnya aspek sosial dari makan. Makan bersama dengan seorang anggota keluarga atau teman, atau makan di lingkungan yang santai dan menyenangkan dapat membantu menstimulasi nafsu makan dan interaksi sosial. Bertemu dengan orang lain juga dapat memberikan dukungan sosial dan emosional yang membantu. Obat-obatan: Obat-obatan tertentu seperti megestrol asetat dan kortikosteroid dapat membantu meningkatkan nafsu makan dan berat badan, namun tidak meningkatkan kelangsungan hidup atau kualitas hidup. Kok Bee Eng
Label diet & nutrisi untuk pasien kanker , kelelahan , pengelolaan berat badan

Artikel Terkait

Konsultasikan Dengan Dokter Kami