07 NOVEMBER 2017

Harapan baru untuk kanker otak yang langka

Disumbangkan oleh: Dr Anselm Lee Chi-Wai

Penelitian baru yang dilakukan oleh PCC menunjukkan efektivitas kemoterapi kombinasi pada anak-anak.

Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Parkway Cancer Centre (PCC) menawarkan harapan bagi anak-anak yang menderita kanker otak langka yang disebut germinoma. Penelitian tersebut menemukan bahwa kemoterapi kombinasi efektif pada anak-anak yang menderita germinoma intrakranial, yang seringkali terjadi pada bagian otak yang paling dalam, sehingga risikonya sangat besar untuk membuang tumor tersebut melalui operasi.

Menurut Dr Anselm Lee Chi-Wai, seorang dokter anak di PCC dengan minat khusus di bidang hematologi dan onkologi anak, tindakan yang biasa dilakukan untuk mengobati tumor otak yang ganas pada anak-anak dan orang dewasa adalah membuang tumor sebanyak mungkin. Kemudian pasien diberikan terapi radiasi, dan bila perlu, kemoterapi. “Namun, ketika didugan terdapat germinoma, terapi bedah tidak selalu berhasil,” ujarnya.

Memang benar, sebuah penelitian dari Istanbul, yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Turkish Neurosurgery, menunjukkan bahwa ketika operasi dilakukan terlebih dahulu pada lima orang pasien yang menderita germinoma intrakranial primer, empat orang mengalami keberhasilan, sementara orang yang kelima, yaitu seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, meninggal akibat komplikasi operasi.

Namun, PCC telah menemukan bahwa dari 10 orang anak yang berusia 18 tahun atau lebih muda, yang menerima pengobatan berdasarkan kemoterapi dan radioterapi, dengan median follow-up selama lebih dari enam tahun, semuanya masih bertahan hidup dan bebas dari kanker. Temuan ini telah diterbitkan sebelum dicetak pada jurnal kedokteran yang sama.

“Germinoma tidak terjadi di sembarang tempat di dalam otak,” Dr Lee, sang penulis utama, mencatat hal ini dalam penelitian tersebut. “Sebagian besar ditemukan di dekat kelenjar di bawah otak atau kelenjar pineal. Pada beberapa kasus, sejumlah kecil penanda tumor dapat terdeteksi dalam darah atau dari cairan serebrospinal, yaitu cairan bening yang bersirkulasi dalam sistem saraf pusat. Suplai darah yang banyak terhadap kanker juga memberikan tampilan yang khusus pada pencitraan resonansi magnetik/magnetic resonance imaging (MRI).”

Ketika seorang pasien diduga menderita germinoma, biasanya dokter merekomendasikan untuk mengkonfirmasinya dengan melakukan biopsy dan bukan dengan membuang seluruh tumor melalui operasi. Pada beberapa kasus, temuan MRI dan penanda tumor yang positif dapat digunakan untuk diagnosis, sehingga anak-anak tidak perlu menjalani prosedur biopsi.

“Sangat menyedihkan melihat seorang anak meinggal akibat komplikasi pengobatan,” ujar Dr Anselm Lee Chi-Wai. “Ketika diduga terdapat germinoma, hindari usaha yang heroik untuk membuang tumor.”

Penelitian yang dilakukan oleh PCC mengindikasikan bahwa kemoterapi kombinasi ditemukan sangat efektif pada anak-anak yang menderita germinoma intrakranial. Pada separuh dari seluruh kasus, tumor tidak lagi terlihat pada MRI hanya setelah menyelesaikan dua siklus pengobatan.

Di PCC, anak-anak dengan germinoma intrakranial primer diobati dengan empat siklus kemoterapi yang mengkombinasikan antara karboplatin dan etoposide. Mereka juga menerima radioterapi pada tempurung kepala.

“Daripada meradiasi seluruh otak, dokter spesialis onkologi radiasi kami menggunakan terapi periventrikular dengan pendorong/booster pada tumor primer,” ujar Dr Lee. Bentuk pengobatan ini mengurangi paparan jaringan otak normal dalam volume besar pada lapisan luar otak terhadap radiasi, sehingga mengurangi efek samping yang mungkin terjadi pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Orang tua mungkin menanyakan apakah anak mereka dapat mentoleransi kemoterapi. Penelitian yang dilakukan oleh PPC menunjukan bahwa 10 orang anak yang diobati dapat menerima kombinasi karboplatin dan etoposide dengan baik.

Dari 10 orang anak, tujuh orang menderita diabetes insipidus sebagai akibat dari germinoma. Jenis diabetes air ini, yang berbeda dari diabetes gula yang lebih umum yang membutuhkan terapi insulin, dapat berbahaya bila pasien menerima banyak cairan sebagai pengganti atau hidrasi. Namun, rejimen Dr Anselm Lee Chi-Wai tidak membutuhkan terapi cairan, sehingga anak yang menderita diabetes air tidak ada yang mengalami masalah dengan keseimbangan air selama pengobatan berlangsung. Bahkan anak-anak tersebut tidak perlu dirawat inap di rumah sakit.

 “Ketika saya mulai menangani anak-anak yang menderita kanker 27 tahun yang lalu, saya menyadari betapa menderitanya ketika anak-anak yang menderita germinoma intrakranial primer menjalani pengobatan di rumah sakit,” ujar Dr Lee. “Kami memutuskan untuk mencari cara pengobatan yang lebih baik dan pada akhirnya sampai kepada pengobatan kombinasi ini.”

Umpan balik dari para dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis onkologi radiasi dan dokter spesialis endokrinologi telah menunjukkan bahwa tindakan yang inovatif untuk mengobati germinoma ini efektif. “Namun para pasien yang menjalani follow-up jangka panjang,” imbuh Dr Anselm Lee Chi-Wai, “yang bersaksi mengenai efektivitas pengobatan kami.”

DIPOSTING DI Perawatan Kanker
Label kanker otak, kanker yang langka, kemoterapi, penanda tumor, tumor