Yoga Ketawa untuk Pasien Kanker


Tertawa untuk menjadi lebih sehat

Parkway Cancer Centre menyelenggarakan sesi yoga ketawa bagi para pasien kanker.

Mereka mulai tertawa dalam diam. Kemudian, suara tawa bertambah besar, dari pelan menjadi kuat. Kemudian berubah menjadi “he he he” seperti motor yang tidak mau menyala.

Ini adalah hal yang dijalani oleh para peserta sesi yoga ketawa yang diselenggarakan oleh Parkway Cancer Centre pada bulan Februari, membiarkan imajinasi mereka berjalan saat fasilitator Miranda Ledesma memandu mereka untuk tertawa “tanpa ada alasan”.

Awalnya “sulit” dan “terasa bodoh”, namun para peserta segera menguasainya dan mereka pun tertawa dari lubuk hati mereka yang terdalam.

“Saya tidak dapat berhenti tersenyum setelah menjalani semua tawa itu,” ujar Jacqueline Birt, 48 tahun, seorang pasien kanker usus besar Stadium 4 dari Jakarta. “Saya pikir saya akan merasa bahagia di sepanjang sisa hari ini!”

Kini, semakin banyak orang yang mempraktekkan pepatah “tertawa adalah obat yang terbaik”, dan mungkin ada benarnya juga. Yoga Ketawa diketahui dapat meningkatkan asupan oksigen dan aliran darah, memperbaiki fungsi pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah.

Parkway Cancer Centre juga akan menyelenggarakan sesi Yoga Ketawa setiap dua bulan sekali, dengan harapan dapat melepaskan stres dari pikiran pasien.

“Tertawa yang dalam dari perut dalam yoga ketawa memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan yang dapat mengatasi nyeri dengan lebih baik dan menimbulkan emosi yang lebih positif,” ujar Miranda. “Seiring dengan bertumbuhnya kita menjadi dewasa, kita terkondisikan untuk meninggalkan sifat bermain-main bersama dengan masa kanak-kanak kita. Ini adalah pola pikir yang merusak karena semangat seperti yang dimiliki seorang anak dapat membantu kita dalam kehidupan. Tertawalah bersama kolega, teman, dan keluarga Anda. Bergabunglah dengan klub tawa – ada beberapa klub tawa di Singapura. Dan bila Anda tidak memiliki seorang pun untuk tertawa bersama Anda, maka tertawalah sendiri.”

Peserta Chua Kim Lee, 55 tahun, pasien kanker hidung Stadium 3, telah berjanji kepada dirinya sendiri untuk lebih banyak tertawa, baik sendiri maupun bersama sahabat karibnya yang menemaninya di sesi yoga ketawa yang diadakan di Botanic Gardens.

Menjadi yang pertama terkena kanker dalam keluarganya dan menderita efek samping kemoterapi seperti mati rasa pada anggota tubuh yang menyebabkan sulit untuk melakukan pekerjaan sederhana seperti berjalan dan menulis, membuatnya merasa tidak berdaya. Ia tidak tahu kapan ia dapat memperoleh kembali kesehatannya. Maka, dapat dimengerti bila rasanya sulit untuk tertawa.

“Ketika saya jatuh sakit, saya mencoba untuk tertawa namun tidak bisa. Saya tidak dapat tertawa, saya tidak dapat menangis. Saya tidak tahu harus bereaksi bagaimana… Saya sangat iri dengan mereka yang dapat menertawakan semua hal-hal kecil.”

Ia mendaftar untuk mengikuti Yoga Ketawa setelah ia mengetahui mengenai sesi tersebut. Dalam sesi ini, ia tertawa seperti yang sudah lama tidak pernah ia lakukan. “Saya akan mengingatkan diri saya untuk lebih banyak tertawa,” ujarnya. 

Manfaat dari tertawa

  • Meredakan stres
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh
  • Memperbaiki kesehatan jantung
  • Meningkatkan kapasitas paru
  • Memperbaiki suasana hati/menanamkan pola pikir yang positif
  • Memperbaiki toleransi terhadap nyeri/meredakan nyeri

 

Chua Hwee Leng

Label gaya hidup yang sehat, kelompok dukungan pasien kanker, stres dan kanker
DITERBITKAN 13 APRIL 2018