04 JUNI 2016

Tim kecil, berhati besar

Disumbangkan oleh: Dr See Hui Ti

Tim CanHOPE memastikan pasien di Bandung, Indonesia, tidak merasa sendirian.

Risma Yanti adalah manajer cabang di CanHOPE Bandung, kota ketiga terbesar di Indonesia. Risma bekerja bersama sebuah tim kecil yang terdiri dari dua orang namun meskipun ukurannya yang kecil, tim ini mampu membentuk sebuah kelompok pendukungan pasien yang aktif.

“Para pasien ber-line dancing (olahraga dengan tuntunan koreografi tertentu), menghadiri makan siang dan pergi berjalan santai secara rutin,” jelas Risma. Kantor CanHOPE di Bandung mampu menyelenggarakan semua ini karena mereka telah menjalin ikatan dengan Yayasan Kanker Bandung. Sekitar lima hingga 10 pasien biasanya hadir di setiap acara, tergantung pada kegiatan apa yang diselenggarakan.

Salah satu anggota yang aktif adalah seorang ibu dari seorang remaja yang terdiagnosa dengan sarkoma Ewing, kanker tulang primer yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Pasien istimewa ini terdiagnosa saat usianya masih 13 tahun.

Gadis belia itu pergi ke CanHOPE bersama ibunya untuk memperoleh lebih banyak informasi dan Risma merekomendasikan agar mereka bertemu dengan Dr Khoo Kei Siong, Deputi Direktur Medis Parkway Cancer Centre (PCC) di Singapura.

Gadis itupun menjalani pengobatan selama lebih dari setahun dan Dr Khoo pun menjadi berhubungan dekat dengan keluarganya. Sayangnya, remaja tersebut kemudian mengalami kambuh setelah pengobatannya. “Ibunda gadis itu pun berlanjut semakin dekat dengan kami,” tutur Risma.

Selain mengelola aktivitas untuk pasien, Risma dan timnya juga disibukkan dengan kegiatan pemasaran, seminar untuk umum, mengatur kegiatan Edukasi Medis Pelanjutan atau Continuing Medical Education, dan meningkatkan kesadaran akan kanker di Bandung.

Risma sudah bergabung dengan Parkway selama satu dekade. Ketika dia pertama kali bergabung, ia mengurusi hal-hal administrastif – mengatur perjanjian pasien dengan dokter di Singapura, memberikan informasi mengenai estimasi biaya dan membantu mereka mengurusi logistik dari rencana pengobatan. Sejak 2013, Risma telah fokus di CanHOPE Bandung.

Reputasi Singapura dalam hal pelayanan medis yang luar biasa semakin membantu pasien berdatangan.

Satu pasien semacam itu adalah seorang istri dari seorang pulmonolog Bandung (dokter yang mengambil spesialis kelainan pada paru-paru). Ia menemukan adanya benjolan di payudaranya dan suaminyaegera menghubungi Risma. “Ia meminta saya untuk mencarikan seorang dokter spesialis yang bisa menangani kanker payudara dan saya merekomendasikannya Dr See Hui Ti.”

Dr See adalah seorang onkolog medis di PCC.

“Pasien tersebut terbang ke Singapura dan segalanya terjadi dengan sangat cepat. Operasi penting segera dilakukan hanya dalam dua hari setelah hasil PET scan mengonfi rmasi bahwa wanita tersebut mengidap kanker payudara,” ujar Risma. Kejadian itu berlangsung sekitar empat tahun lalu. Dan saat ini, wanita itu hanya perlu memeriksakan diri (check-up) secara rutin. Keluarga wanita tersebut memiliki riwayat akan kanker payudara – maka saudarinya pun perlu memeriksakan diri ke spesialis kanker. Dan ia pun pergi ke PCC di Singapura untuk berobat.

Mampu menciptakan perubahan bagi nyawa orang-orang di Bandung, ujar Risma, adalah satu hal yang membuatnya terus melanjutkan apa yang ia geluti sampai saat ini.

Oleh Jimmy Yap  

Label CanHOPE, kanker tulang primer, kelompok dukungan pasien kanker, pengobatan kanker di luar negeri