Terobosan: Perkembangan

Disumbangkan oleh: Dr Zee Ying Kiat

Terbaru untuk Para Dokter Pertemuan ilmiah tahunan yang dihadiri oleh dokter dari Singapura dan di luar Singapura untuk berbagi dan mendiskusikan cara-cara baru untuk mengobati kanker.

Dokter dari Singapura dan daerah lainnya memperbarui diri mereka dengan perkembangan terbaru mengenai pengobatan kanker saat mereka menghadiri track onkologi dari pertemuan ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Parkway Cancer Centre dan Rumah Sakit Mount Elizabeth November lalu.

Berjudul ‘Meningkatkan Kehidupan dengan Terobosan Kedokteran’, acara ini terdiri dari lima sesi yang mencakup penemuan terbaru dalam bedah invasif minimal untuk penyakit yang berhubungan dengan dada (torak); apa yang baru dalam penanganan kanker hati; penemuan terbaru dalam perawatan limfoma; perkembangan dalam pencegahan dan manajemen kanker kolorektal hingga perkembangan saat ini dan prospek masa depan dari imunoterapi sebagai pengobatan untuk kanker.

Acara ini dihadiri oleh 70 dokter regional dan lokal. Dr Lim Chong Hee, seorang ahli bedah toraks, memulai sesi dengan menunjukkan bagaimana operasi invasif minimal sekarang lebih umum pada operasi torak.

Secara konvensional, memasukkan sesuatu ke bagian dada melibatkan sayatan besar di dada yang disebut torakotomi posterolateral. “Pasien biasanya memerlukan epidural karena rasa sakit yang diakibatkan,” katanya. Namun, dengan kemajuan dalam operasi invasif minimal, instrumen yang dibutuhkan dapat dimasukkan hanya dengan sayatan yang sangat kecil. Instrumen video torak kini hanya berukuran sebesar 2 mm dalam lebar, katanya.

Dalam bedah torak, juga telah ada beberapa upaya untuk berpindah ke prosedur port tunggal, di mana semua instrumen serta kamera masuk melalui satu sayatan yang relatif kecil.

Sayatan kecil lebih unggul dibanding sayatan besar karena pasien merasakan sedikit rasa sakit, waktu inap di rumah sakit menjadi lebih pendek dan orang-orang dapat kembali bekerja lebih cepat, katanya.

Meski pun begitu, dia memperingatkan bahwa tidak semua operasi dapat dilakukan dengan menggunakan prosedur invasif minimal terutama jika operasi tersebut melibatkan tumor besar.

Setelah Dr Lim berbicara, sesi selanjutnya adalah Dr Stephen Chang, seorang ahli bedah hati, pankreas dan kandung empedu, yang berbicara tentang perkembangan baru dalam penanganan operasi kanker hati. Dr Chang memberitahu bahwa salah satu penemuan terbaru adalah transplantasi bisa menjadi obat untuk jenis-jenis tertentu dari hepatitis, termasuk hepatitis C.

Beberapa dari 70 persen pasien penderita hepatitis C dan yang juga menjalani transplantasi hati tersembuhkan, katanya. “Hal ini berarti bahwa orang-orang ini tidak akan mengidap sirosis selama sisa hidup mereka.

Ini merupakan hal yang menakjubkan,“tambahnya. Dia juga menunjukkan peningkatan penggunaan operasi laparoskopi dalam operasi hati. “Dalam hal kelangsungan hidup, tidak ada perbedaan antara operasi laparoskopi dan reseksi terbuka.”

Dr Lim Ziyi, seorang ahli hematologi, kemudian mengambil alih panggung untuk membahas kemajuan dalam pengobatan limfoma. Limfoma adalah salah satu jenis penyakit yang paling umum dari kanker darah pada orang dewasa.

Satu dari 50 orang akan mempunyai kemungkinan mengidap limfoma di masa hidup mereka dan limfoma adalah salah satu penyebab paling umum kematian ka-rena kanker darah. Meski pun begitu, berkat terapi bertarget dan imunoterapi, dua perawatan ini mampu meningkatkan hasil positif untuk limfoma, kata Dr Lim.

Obat-obatan seperti rituximab, brentuximab vedotin (CD20) dan imbruvica (ibrutinib) juga membantu untuk mengurangi tingkat kematian.

Dr Lim juga menunjukkan bagaimana berbagai jenis imunoterapi seperti antibodi monoklonal, penghambat pertumbuhan, dan terapi selular juga menunjukkan hasil menjanjikan dalam perawatan limfoma. Pencegahan dan penangan kanker kolorektal adalah topik yang dibawakan oleh Dr Ho Kok Sun, seorang ahli bedah kolorektal, yang dipersentasikan berikutnya.

Dr Ho mencatat bahwa telah ada kemajuan dalam hal pemeriksaan dan pengobatan bedah kanker kolorektal. Sebelum penemuan ini, dokter mengandalkan tes okultisme darah tinja (FOBT) untuk mendeteksi darah dalam tinja sebagai gejala adanya kanker usus besar.

Namun, tes ini bukanlah tes canggih yang terjamin karena memakan daging sebelum pemeriksaan dapat mengakibatkan hasil tes menjadi positif. Sekarang, dokter menggunakan tes imunokimia feses (FIT) yang mampu mendeteksi darah khususnya hemoglobin.

Dr Ho juga berbicara mengenai kemajuan dalam bedah kolorektal seperti penggunaan operasi port tunggal, prosedur yang disebut stenting kolon untuk menangani obstruksi kolon, keuntungan dari bedah robotik, dan diskusi mengenai pilihan bedah lainnya seperti bedah trans-anal, di mana Anda memotong melalui rektum, dan operasi yang disebut natural orifi ce transluminal endoscopic surgery (NOTES), di mana tidak ada sayatan yang dibuat pada kulit karena jalan masuk dibuat melalui organ-organ seperti perut, usus dan vagina.

Sesi ini ditutup dengan presentasi oleh Dr Zee Ying Kiat yang berfokus pada imunoterapi untuk kanker, yang merupakan bentuk pengobatan yang memanfaatkan kekuatan bawaan dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

Seorang ahli onkologi, Dr Zee memfokuskan diri khususnya pada penghambat pertumbuhan kekebalan tubuh yang bertindak dengan menghilangkan kendali pada sistem kekebalan tubuh.

Dia mengulas peranan penghambat pertumbuhan kekebalan tubuh dan menawarkan beberapa pandangan mengenai apa yang mungkin dilakukan oleh perawatan ini di masa depan.

Saat ini, imunoterapi digunakan untuk mengobati melanoma, kanker paru-paru, beberapa jenis kanker kolorektal, kanker sel skuamosa pada kepala dan leher, kanker ginjal, limfoma Hodgkin, kanker kandung kemih dan kanker paru-paru nonsel kecil, katanya.

“Imunoterapi berdiri berdampingan dengan terapi bertarget, kemoterapi, terapi radiasi dan operasi bedah sebagai salah satu perawatan penting dari pengobatan anti-kanker,” katanya.

Menurut Dr Zee, sekarang ada ratusan percobaan untuk melihat apakah imunoterapi dapat digunakan untuk jenis kanker lainnya.

Jimmy Yap
DIPOSTING DI Perawatan Kanker
Label bedah (invasif minimal) laparoskopi untuk kanker, bedah robotik, cara baru untuk mengobati kanker, dr stephen chang, FOBT (tes darah tinja okultisme), imunoterapi, kanker darah, kanker hepatitis, terapi yang ditargetkan / terapi target, terobosan terbaru dalam pengobatan kanker, torakotomi
DITERBITKAN 03 MARET 2017