13 NOVEMBER 2018

Menuju Kesehatan Mental Yang Lebih Baik Setelah Terapi Kanker

Disumbangkan oleh: Jaime Yeo

Membangun kesehatan mental yang lebih baik

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jaime Yeo, konselor dari CanHOPE, membahas mengenai bagaimana penyintas kanker dapat menghadapi berbagai tantangan setelah menjalani pengobatan.

Sebagian penderita kanker menantikan selesainya pengobatan mereka, yang mana dapat sangat melelahkan secara fisik, mental, dan emosional, sehingga mereka dapat kembali menjalani hidupnya. Namun, beberapa orang menemukan bahwa kehidupan setelah menjalani pengobatan kanker memiliki tantangan tersendiri.

Penelitian dari National Health Interview Survey pada tahun 2010 menunjukkan bahwa orang yang selamat dari kanker dapat lebih rentan terhadap tekanan psikologis. Ini dapat disebabkan oleh beragam tantangan, seperti rasa takut akan kambuhnya kanker, perlunya melanjutkan atau menyesuaikan peran dalam kehidupan, harus menghadapi efek jangka pendek dan jangka panjang dari pengobatan kanker, serta tidak ada lagi dukungan sosial dari tenaga kesehatan, keluarga dan teman-teman *.

Berikut ini adalah beberapa emosi yang mungkin Anda rasakan setelah menyelesaikan pengobatan kanker, serta beberapa kiat bagaimana cara menghadapinya:

Rasa takut/cemas akan kambuhnya kanker

Merasa takut atau cemas mengenai kambuhnya kanker merupakan hal yang sangat umum. Bahkan merasa kurang sehat atau berkunjung ke dokter saja dapat memicu munculnya kenangan ketika Anda pertama kali didiagnosis menderita kanker.

Beberapa cara untuk mengatasi perasaan tersebut meliputi:

  • Mengakui rasa takut dan kecemasan yang Anda rasakan.
  • Berbicara dengan dokter Anda, selalu dapatkan informasi terkini dan jadwalkan pemeriksaan Anda secara teratur.
  • Sadarilah bahwa ada wilayah dalam hidup Anda dimana Anda dapat membuat pilihan dan mengendalikannya (misalnya menjalani gaya hidup yang sehat, menjaga hubungan yang berharga, dll), daripada membiarkan diri Anda mencemaskan hal yang tidak dapat Anda prediksi atau kendalikan.
  • Buatlah rencana untuk diri Anda. Sedapat mungkin tetap aktif dalam kegiatan yang Anda sukai dan dapat mengambil makna serta memiliki tujuan di dalamnya.

 

Merasa sendirian/kesepian

Saat menjalani pengobatan, Anda mungkin sering ditemani oleh keluarga, teman-teman dan tim tenaga kesehatan yang penuh perhatian. Namun, jaringan dukungan ini dapat menghilang ketika Anda telah menyelesaikan pengobatan.

Untuk memerangi rasa sendirian atau kesepian, Anda dapat:

  • Tetap terhubung dengan tim kesehatan Anda bila mereka dapat dihubungi.
  • Berhubungan dengan penyintas kanker lainnya. Sama-sama pernah menjalani pengobatan dapat membuat Anda merasa dipahami dan didukung. 
  • Menjadi relawan dan mengkontribusikan pengalaman Anda dalam sebuah kelompok dukungan. Mengetahui ada orang lain yang dapat memperoleh manfaat dari kisah yang Anda bagikan dapat memberikan Anda rasa memiliki tujuan yang baru.

 

Stres

Kembali ke rutinitas keluarga atau tanggung jawab pekerjaan setelah menjalani pengobatan kanker dapat terasa membebani, khususnya bila Anda masih merasa lelah. Anda juga dapat merasa stres karena harus lebih memperhatikan kesehatan Anda.

Untuk meredakan stres, Anda dapat:

  • Mengatur kecepatan Anda dan berikan waktu bagi tubuh Anda untuk sembuh. Masuklah ke dalam rutinitas dan tanggung jawab secara perlahan-lahan daripada langsung menceburkan diri sepenuhnya.
  • Meluangkan waktu untuk kegiatan santai (misalnya berolah raga, berjalan di tepi pantai, dll).
  • Mencoba melakukan hal yang kreatif, seperti seni, tari atau menulis jurnal. Ini adalah cara yang baik untuk mengekspresikan perasaan Anda dan mengendurkan saraf.
  • Berbicara dengan anggota keluarga, teman atau rekan kerja agar mereka dapat memahami apa yang Anda lalui dan dapat menawarkan bantuan praktis atau dukungan emosional. 
  • Menuliskan daftar tugas Anda, membuat prioritas dan membaginya menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan lebih mudah dilakukan. 

 

Kehilangan rasa percaya diri

Pengobatan kanker dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada tubuh Anda. Anda mungkin menyadari mengenai penampilan fisik Anda. Ini dapat mempengaruhi rasa percaya diri Anda untuk keluar rumah, bertemu dengan orang atau menyelesaikan tugas di rumah atau di tempat kerja. Mungkin Anda merasa tidak yakin apakah Anda dapat kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya, baik di tempat kerja, dalam keluarga ataupun dalam hubungan Anda dengan orang lain.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat membantu membangun rasa percaya diri Anda:

  • Menerima perubahan fisik yang terjadi, dan luangkan waktu untuk bersedih atas perubahan tersebut.
  • Temukan cara baru untuk memperbaiki penampilan Anda. Misalnya, cobalah mengubah cara berpakaian atau memotong rambut.
  • Sadarilah bahwa identitas Anda bukan hanya terletak pada penampilan luar dan ingatkan diri Anda akan kekuatan dan kualitas yang Anda miliki dalam diri Anda. 
  • Fokuslah pada bagaimana pengalaman Anda menderita kanker telah membantu Anda untuk bertumbuh menjadi orang yang lebih baik, seperti misalnya membuat Anda menjadi orang yang lebih tahan banting dan pemberani.
  • Buatlah tujuan baru untuk hidup Anda. Bagi menjadi beberapa langkah kecil dan rayakan apa yang berhasil Anda capai dalam perjalanan tersebut.

 

Depresi

Mengalami penyakit berat dapat sangat mengejutkan dan menjadi kehilangan yang sangat besar bagi Anda. Anda mungkin lebih banyak merenungkan hal-hal yang bersifat eksistensial. Meskipun umum untuk merasakan kesedihan hingga taraf tertentu setelah mengalami kanker, terkadang kesedihan itu dapat semakin dalam dan menjadi depresi. Anda mungkin merasa tidak ada harapan dan putus asa, serta tidak dapat melakukan tugas harian Anda.

Depresi adalah hal serius karena dapat mengurangi kualitas hidup Anda secara bermakna. Depresi juga dapat memperumit obat-obatan yang diberikan pasca terapi karena Anda mungkin merasa terlalu depresi untuk mengkonsumsinya sesuai jadwal.

Penting untuk mengenali tanda-tanda depresi:

  • Anda merasa sedih, hampa atau tidak ada harapan
  • Anda kehilangan minat terhadap kegiatan yang biasanya Anda sukai
  • Terjadi perubahan nafsu makan, berat badan dan/atau pola tidur
  • Anda merasa mudah tersinggung atau gelisah
  • Anda merasa lelah atau kurang tenaga
  • Anda berjuang dengan rasa bersalah, rasa tidak berharga, dan/atau rasa tidak ada harapan
  • Anda mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi atau membuat keputusan
  • Anda memikirkan tentang bunuh diri atau mencoba untuk bunuh diri

 

Bila Anda mengalami gejala-gejala ini untuk jangka waktu yang lama (lebih dari dua minggu), mungkin Anda mengalami depresi. Carilah bantuan dari tenaga kesehatan mental.

Pengobatan depresi tidak selalu melibatkan obat-obatan. Dalam psikoterapi atau terapi bicara, seorang terapis atau konselor dapat memandu dan menawarkan cara bagi Anda untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi emosi serta pengalaman Anda. Mereka juga dapat menggunakan intervensi terapi yang sesuai untuk membantu Anda memahami penyebab utama depresi Anda, belajar cara menghadapinya dan membentuk kembali perspektif Anda.

Bergabung dengan kelompok dukungan penyintas kanker juga dapat sangat membantu. Ini akan memberikan Anda kesempatan untuk berbicara dengan orang lain mengenai pengalaman Anda, mendengarkan pengalaman mereka, dan berbagi kisah mengenai tantangan yang umum dihadapi serta cara mengatasinya. Berada dalam suatu kelompok akan membuat Anda merasa didukung dan dipahami karena Anda berjalan bersama dalam proses penyembuhan.

Penyembuhan pikiran sama pentingnya dengan penyembuhan jasmani setelah menjalani pengobatan kanker. Saat Anda berusaha memperbaiki kesehatan fisik Anda, pastikan bahwa Anda juga memperhatikan kesehatan mental Anda.

Ingatlah bahwa mengalami dan selamat dari kanker juga membuka banyak wilayah pertumbuhan emosional, psikologis dan bahkan spiritual yang dapat mendorong Anda untuk menjalani hidup dengan lebih sungguh-sungguh dan penuh makna.

*Naughton, M.J., & Weaver, K.E. (2014). Physical and Mental Health Among Cancer Survivors: Considerations for Long-Term Care and Quality of Life. North Carolina Medical Journal, 75(4), 283-286.

DIPOSTING DI Kesehatan Psikologis
Label kekambuhan / kambuhnya kanker, kelangsungan hidup pasien kanker, kelelahan, kelompok dukungan pasien kanker, mengelola emosi, stres dan kanker, tips bagi pasien kanker