09 OKTOBER 2017

Menggilai kacang

Disumbangkan oleh: Fahma Sunarja

Apakah memakan kacang dari pohon dapat menurunkan risiko kambuhnya kanker usus besar? Fahma Sunarja, Ahli Diet Senior Parkway Cancer Centre, mempertimbangkan klaim tersebut. Sebuah penelitian yang bersifat observasi yang dipublikasikan oleh American Society of Clinical Oncology, yang mengikutsertakan 826 pasien yang telah menjalani pengobatan untuk kanker usus besar Stadium 3, menemukan bahwa memakan kacang berkontribusi bagi angka kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Sembilan belas persen dari pasien-pasien ini mengkonsumsi kurang lebih 50g kacang per minggu dan mereka tampak memiliki kemungkinan kambuhnya kanker 42 persen lebih rendah, dan kemungkinan untuk meninggal 57 persen lebih rendah bila dibandingkan dengan pasien-pasien yang tidak memakan kacang setelah mereka menyelesaikan pengobatan kankernya. Penelitian seperti itu tidak dapat dipercaya sepenuhnya karena manfaatnya tidak terlihat pada kacang tanah dan juga tidak mungkin untuk mengatakan apakah kelompok orang yang memakan kacang mungkin lebih sadar akan kesehatan, memiliki hubungan yang lebih baik dengan layanan kesehatan dan mungkin memiliki kebiasaan gaya hidup yang lebih baik pada awalnya. Namun, sebelum Anda keluar dan membeli sebungkus kacang untuk dikunyah, pertimbangkanlah fakta-fakta berikut ini.

Singkatnya

Menurut Ahli Diet Senior Parkway Cancer Centre, Fahma Sunarja, sebagian besar lemak yang terkandung dalam kacang dianggap sebagai lemak yang sehat. Kacang dari pohon misalnya, memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang lebih tinggi. Jumlah lemak tak jenuh tunggal yang sehat dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Sebagai contoh, penelitian telah menemukan bahwa ia juga menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Selain itu, lemak tak jenuh tunggal pada kacang dari pohon berkontribusi untuk meredakan nyeri dan kekakuan pada orang yang menderita radang sendi. Namun, tetap perlu berhati-hati – meskipun kacang mengandung lemak yang sehat, mereka juga tinggi kalori dan konsumsilah secukupnya saja. Idealnya, kacang digunakan sebagai pengganti lemak jenuh, seperti yang terdapat dalam daging, dan produk susu. Selain memiliki jumlah lemak baik yang berlimpah, kacang juga mengandung asam lemak omega-3 yang dikenal bermanfaat bagi kesehatan jantung. Semua kacang mengandung serat, yang membantu menurunkan kolesterol dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Vitamin E dan L-arginin ditemukan dalam sebagian besar kacang dan membantu untuk mencegah terbentuknya plak pada pembuluh darah. Beberapa jenis kacang juga mengandung sterol tumbuhan, yang juga membantu dalam menurunkan kolesterol darah.

Berapa banyak kacang yang harus saya makan?

Anda dapat memasukkan kacang ke dalam diet Anda dengan mengganti camilan Anda yang biasa dengan satu porsi kacang. Anda juga dapat menambahkan kacang ke dalam makanan yang dimasak di rumah. Namun, Anda dapat menghapus manfaat memakan kacang bagi kesehatan bila Anda memakan kacang yang telah dimasak dalam minyak atau dilumuri dengan madu, gula atau cokelat. Orang yang alergi terhadap kacang juga harus berhati-hati atau bicara dengan dokter terlebih dahulu. (Orang yang alergi terhadap kacang tentu saja harus menghindari makan kacang.) Ukuran porsi yang direkomendasikan untuk tiap jenis kacang berbeda-beda, berdasarkan ada kandungan gizinya masing-masing (lihat tabel di atas).

Apakah saya harus menggunakan selai dan minyak yang berasal dari kacang?

Bila Anda menyukai selai kacang, pertimbangkanlah untuk membuatnya sendiri. Selai kacang yang dibeli dari toko dapat mengandung gula dan garam dalam jumlah yang banyak yang menghilangkan manfaat dari mengkonsumsi kacang bagi kesehatan. Minyak kacang juga merupakan sumber yang baik bagi gizi yang sehat, namun mereka tidak memiliki serat seperti yang ditemukan pada kacang utuh. Minyak kacang dapat digunakan dalam saus salad atau saat memasak. Namun, bila mengalami pemanasan yang terlalu tinggi, minyak kacang dapat menjadi pahit. Sama seperti kacang dan selai kacang, gunakan minyak kacang secukupnya, karena ia juga tinggi lemak dan kalori.

Kesimpulannya

Jelas kacang merupakan makanan yang kaya gizi, dan dapat diikutsertakan dalam diet kita. Mereka dapat bermanfaat bagi kesehatan seseorang secara menyeluruh, dan tidak hanya untuk mencegah terjadinya kanker usus besar. Cara terbaik untuk memperoleh manfaat dari makan kacang adalah dengan mengganti camilan atau makanan yang tidak sehat dengan kacang dan mengkonsumsinya dalam jumlah secukupnya.
Per porsi sebesar 1oz (28.4g)
Kacang dari pohon Jumlah kacang Energi (kkal)
Mede 18 157
Pistachio 50 159
Almond 22 163
Hazelnut 21 183
Kenari 14 dari separuh 185
Pinus 167 191
Pecan 19 dari separuh 196
Macadamia 10 204
Charmaine Ng
DIPOSTING DI Nutrisi
Label diet & nutrisi untuk pasien kanker, kekambuhan / kambuhnya kanker, makanan & memasak yang sehat, mengurangi risiko (terkena) kanker