13 OKTOBER 2016

Makan dengan baik, hidup dengan baik

Disumbangkan oleh: Fahma Sunarja

Ahli Diet Senior Fahma Sunarja dari Parkway Cancer Centre berbicara mengenai bagaimana makanan yang bergizi dapat membantu kaum wanita mengurangi risiko terkena kanker payudara.

Terdapat banyak mitos dan kesalahpahaman mengenai bagaimana makanan dapat membantu Anda menghindari terkena kanker payudara, atau bagaimana makan makanan yang salah dapat menyebabkan terkena kanker payudara.

Banyak dari mereka yang berakar dari penelitian yang mengaitkan makanan tertentu dengan kanker, atau kepercayaan tradisional mengenai efektivitas diet dan pengobatan tertentu. Berbagai bentuk diet “anti-peradangan” juga telah digembar-gemborkan berdasarkan pemikiran bahwa peradangan yang terusmenerus atau tidak terkendali di dalam tubuh dapat menyebabkan kesehatan yang buruk dan risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker.

Akhirnya, tidaklah mungkin untuk menetapkan secara tepat apa yang dapat membantu Anda untuk menghindari kanker, karena terdapat banyak sekali faktor yang terkait dengan penyebabnya.

Meskipun demikian, menurut World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan terhadap diet Anda yang dapat membantu mengurangi risiko terkana kanker secara umum.

Hal-hal tersebut meliputi mengkonsumsi lebih sedikit makanan padat energi seperti kuekue, permen, coklat, dan gula-gula; minuman yang manis seperti minuman yang ditambahkan pemanis dan minuman bersoda; daging merah dan daging olahan; makanan yang telah diawetkan dan diolah, seperti misalnya makan yang diasinkan atau diasap; sereal, biji-bijian dan kacang-kacangan yang berjamur; serta alkohol.

Meskipun banyak orang mengkonsumsi suplemen makanan, para ahli diet menganjurkan untuk memenuhi kebutuhan gizi Anda melalui diet Anda saja. Beberapa rekomendasi ini berdasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa keberadaan racun tertentu dalam makanan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Racun-racun ini ditemukan baik secara alami di dalam makanan tertentu, atau terbentuk ketika makanan diolah dengan cara tertentu.

Racun-racun ini meliputi afl atoksin dalam sereal, biji-bijian dan kacang; fumonisin dalam jagung, amina heterosiklik, yang terbentuk ketika daging dimasak pada suhu tinggi, seperti misalnya dengan menggoreng; hidrokarbon aromatik polisiklik, yang dihasilkan dalam daging dan ikan yang telah dipanggang atau dibakar menggunakan api langsung; dan N-nitroso, yang ditemukan dalam makanan yang mengandung nitrat atau nitrit – misalnya, dalam daging dan ikan yang diawetkan dengan menggunakan garam atau dengan pengasapan atau pengeringan.

Sebaliknya, makan makanan yang berasal dari tumbuhan telah dikaitkan dengan pengurangan risiko terjadinya kanker.

Di tahun-tahun belakangan ini, banyak perhatian dipusatkan pada apa yang oleh beberapa orang disebut sebagai “superfoods (makanan super)”, yang dipercaya dapat membantu melawan kanker. Makanan ini meliputi bluberi, kunyit, brokoli, kenari dan bawang putih. Apakah mereka benar-benar dapat mencegah kanker? Sulit untuk dipastikan, namun yang diketahui adalah makanan-makanan ini mengandung fitonutrien, antioksidan, vitamin dan unsure-unsur lainnya yang, bila dikombinasikan dengan diet yang seimbang, merupakan bagian dari makan yang sehat yang dapat mengurangi risiko terjadinya kanker.

Beberapa orang juga telah mengaitkan alkohol dengan kanker payudara. Terdapat beberapa cara dimana alkohol memang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Dalam minuman beralkohol, etanol dipecah menjadi asetaldehida, yaitu suatu bahan kimia yang beracun dan kemungkinan merupakan karsinogen yang menyebabkan kanker. Asetaldehida juga dapat merusak DNA (materi genetik yang menyusun gen), protein dan lipid (lemak) Anda melalui suatu proses yang disebut oksidasi. Alkohol juga dapat meningkatkan kadar estrogen dalam darah, yaitu suatu hormon seks yang dikaitkan dengan risiko terjadinya kanker payudara tertentu.

Minuman beralkohol juga dapat mengandung beragam kontaminan karsinogenik yang terbentuk selama proses fermentasi dan produksi, seperti nitrosamin, serat asbes, fenol dan hidrokarbon.

Beberapa orang juga percaya bahwa memakan makanan yang telah dimodifikasi secara genetik/genetically modified (GM) ketimbang makanan organik dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Terdapat konsensus ilmiah yang luas, namun, tanaman GM tidaklah memberikan risiko yang lebih besar bagi kesehatan daripada makanan biasa.

Beberapa orang percaya bahwa makan lebih banyak produk organik akan mengurangi paparan terhadap racun dan bahan-bahan GM. Meskipun mereka dapat diikutsertakan dalam diet Anda, makanan organik dapat rusak lebih cepat dan dapat mengandung biotoksin yang lebih banyak karena tidak menggunakan herbisida dan fungisida.

Pada akhirnya, saran paling penting yang harus diikuti oleh kaum wanita adalah: Lakukan pemeriksaan secara rutin, jalani gaya hidup yang lebih sehat, makan dengan baik, aktifl ah secara fi sik, dan kelola stress Anda.

Gizi selama pengobatan

Bila Anda telah terkena kanker payudara dan sedang menjalani pengobatan, gizi yang baik akan membantu Anda untuk mengatasi efek samping dan memelihara tingkat energi Anda.

Banyak pedoman mengenai makan yang sehat juga berlaku selama pengobatan. Ini meliputi mengurangi konsumsi gula dan daging olahan. Di sisi lain, daging merah seperti daging sapi dan daging kambing, mengandung nutrisi seperti zat besi, seng dan vitamin B12. Nutrisinutrisi tersebut tidak ditemukan pada daging putih namun penting bagi pembentukan sel-sel darah merah dan hemoglobin.

Satu saran yang umum adalah kita harus mengganti asupan gula dengan madu. Tentu saja, madu memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan. Selain mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin C, zat besi, kalsium dan fosfat, madu juga memiliki sifat anti-bakteri, anti-jamur dan antioksidan. Namun, bila Anda sedang menjalani pengobatan aktif seperti kemoterapi, terapi radiasi atau transplantasi sel punca, boleh jadi madu tidaklah aman untuk Anda konsumsi. Hal ini karena sebagian besar madu tidak dipasteurisasi dan oleh sebab itu dapat mengandung serbuk sari atau bahkan bakteri yang dapat menyebabkan alergi atau infeksi. allergy or infection.

Banyak jenis suplemen yang juga digembargemborkan di pasaran menjanjikan beragam manfaat, namun Anda harus berhati-hati dalam memilih suplemen. Sebagai contoh, pastikan bahwa mereka tidak mengandung nutrisi dan mineral melebihi jumlah yang direkomendasikan. Mungkin lebih baik  untuk menghindari pil antioksidan ketika Anda sedang menjalani pengobatan, meskipun suplemen yang berfokus pada meningkatkan kekebalan tubuh pada umumnya bersifat aman. Apapun suplemen yang Anda konsumsi, diskusikanlah dengan dokter spesialis onkologi Anda atau ahli diet untuk memastikan bahwa Anda tidak mengkonsumsi pil yang sesungguhnya tidak dibutuhkan.

LAKUKAN LEBIH BANYAK HALHAL BERIKUT INI:

  • Menjaga tubuh agar tetap ramping: Jagalah agar berat badan Anda tetap berada dalam rentang yang normal. Ini dapat dinilai dengan menggunakan IMT (Indeks Massa Tubuh) sebagai pedoman.
  • Tetap aktif secara fi sik: Hindari gaya hidup yang kurang gerak dan lakukan olah raga secara teratur. Secara umum, Anda harus mencoba melakukan beberapa bentuk latihan sedikitnya selama 150 menit dalam seminggu, atau setengah jam tiap hari. Cobalah untuk memasukkan latihan kekuatan sedikitnya dua hari dalam seminggu
  • Makan lebih banyak makanan yang berasal dari tumbuhan.
     

KURANGI MAKAN MAKANAN BERIKUT INI:

  • Kurangi makan makanan padat energi seperti kue-kue, permen, coklat dan gula-gula.
  • Hindari minuman yang manis seperti minuman yang telah ditambahkan pemanis dan minuman bersoda.
  • Kurangi makan daging merah dan hindari daging olahan.
  • Batasi asupan alkohol Anda. Untuk pria, jangan minum lebih dari dua minuman standar per hari, dan untuk wanita, jangan lebih dari satu minuman standar per hari. Yang dimaksud dengan minuman standar adalah 300 ml bir, 100 ml anggur, atau 30 ml minuman keras lainnya.
  • Kurangi makan makanan yang telah diawetkan atau diolah, seperti makanan yang diasinkan dan diasap. Hindari sereal, biji-bijian dan kacang-kacangan yang berjamur.
  • Berhati-hatilah dengan suplemen makanan yang Anda konsumsi. Cobalah untuk memenuhi kebutuhan gizi Anda melalui diet Anda saja, dan konsumsi suplemen hanya bila perlu.
DIPOSTING DI Nutrisi, Olahraga
Label diet & nutrisi untuk pasien kanker, efek samping yang umum dari pengobatan kanker, gaya hidup yang sehat, karsinogen, kesalahpahaman, makanan & memasak yang sehat, mencegah kanker, mengurangi risiko (terkena) kanker