16 MARET 2018

Kolonoskopi: Pertanyaan Umum Mengenai Skrining Kolonoskopi


Advanced-Colorectal-Cancer-Treatment-Options-2020

Mengapa perlu melakukan kolonoskopi?

Kanker kolorektal merupakan salah satu kanker yang paling dapat dicegah. Dr Dennis Koh, Direktur Medis dan Dokter Ahli Bedah Kolorektal di Colorectal Practice, menjawab beberapa pertanyaan umum mengenai skrining kolonoskopi.

Apakah yang dimaksud dengan kolonoskopi?

Kolonoskopi adalah suatu prosedur untuk memeriksa usus besar dan dubur. Sebuah tabung yang tipis dan fleksibel yang memiliki sebuah kamera – disebut sebagai endoskop – dimasukkan melalui anus dan terus melalui dubur dan usus besar. Hal ini memungkinkan dokter untuk memeriksa apakah terdapat polip yang dapat berkembang menjadi kanker pada bagian-bagian tubuh ini. Polip dapat diangkat saat itu juga dan diperiksa apakah bersifat ganas.

Mengapa kolonoskopi sangat penting?

Kolonoskopi merupakah kunci untuk mendeteksi kanker kolorektal sedini mungkin, dan bahkan mencegahnya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kolonoskopi secara teratur dapat mencepat terjadinya kanker usus besar hingga 90 persen.

Bagaimana kolonoskopi dapat mencegah kanker?

Sebagian besar kasus kanker usus besar (95 persen) berasal dari adenokarsinoma atau polip, yang merupakan pertumbuhan pada permukaan bagian dalam dari usus besar. Polip biasanya bersifat jinak (bukan kanker), namun beberapa dapat berkembang menjadi kanker. Ini umumnya memakan waktu 5 hingga 10 tahun. Oleh sebab itu, mengangkat polip berarti tidak memberikan mereka kesempatan untuk berkembang menjadi kanker.

Bila kanker usus besar telah terjadi, maka kolonoskopi memungkinkannya untuk didiagnosis dan diobati pada stadium dini, sehingga memberikan kesempatan yang lebih besar untuk sembuh.

 

Mengapa dan bagaimana polip terbentuk? Apakah ada gejala yang timbul?

Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana atau mengapa polip terbentuk. Mereka biasanya merupakan akibat dari perubahan dalam sel-sel di usus besar. Hal ini dapat disebabkan oleh interaksi kimia, mungkin dari makanan yang kita makan. Di masa kini, kita makan lebih banyak makanan olahan. Namun, hal ini sangatlah sulit untuk dihindari, kecuali bila Anda menanam sendiri tumbuhan Anda dan berternak hewan-hewan sendiri.

Polip dalam usus besar biasanya tidak menimbulkan gejala saat mereka berkembang.

Seberapa seringkah saya harus melakukan kolonoskopi? Kapan saya harus memulainya?

Ini tergantung kepada masing-masing orang dan risiko yang mereka miliki. Bila Anda tidak memiliki gejala kanker usus besar, Anda sebaiknya mulai melakukan skrining kolonoskopi pada usia 50 tahun, dan kemudian setiap lima tahun sekali.

Bila Anda memiliki risiko yang lebih besar, seperti misalnya riwayat anggota keluarga yang terkena kanker kolorektal, atau mendeteksi gejala kanker kolorektal (lihat tulisan dalam kotak),maka Anda harus mulai lebih awal dan melakukan skrining lebih sering. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai kapan Anda harus mulai dan seberapa sering Anda harus melakukan kolonoskopi.

Bila ditemukan sebuah polip, apakah itu berarti saya menderita kanker?

Sebagian besar, tidak. Polip mengindikasikan adanya perubahan sel dalam usus besar Anda, namun tidak selalu ganas. Ini terkadang disebut sebagai Stadium 0. Kebanyakan polip ditemukan tidak bersifat kanker.

Pada kasus langka dimana polip ditemukan bersifat ganas, dokter akan mengangkat sebagian dari usus besar. Di masa kini, bila memungkinkan, umumnya hal ini dilakukan melalui suatu operasi lubang kunci. Hal ini memungkinkan terjadinya pemulihan yang lebih cepat karena lukanya lebih kecil.

Bagaimana bila polipnya sangat besar? Apakah saya perlu menjalani operasi?

Saya pernah mengangkat polip sebesar 4-5 cm melalui kolonoskopi. Polip tersebut masih jinak.

Bila saya diobati untuk kanker usus besar, bagaimanakah kemungkinannya untuk kambuh?

Ini tergantung kepada stadium saat kanker dideteksi dan diobati. Semakin cepat dideteksi, semakin besar kemungkinannya untuk sembuh total.

Stage 1: Kemungkinan untuk sembuh total: 90 hingga 95 persen

Stage 2: 80 persen

Stage 3: 40 hingga 60 persen. Dengan operasi dan kemoterapi, 80 persen

Stage 4: Sangat kecil, kurang dari 5 persen

Anda dapat menghindari terjadinya kanker stadium lanjut melalui skrining secara teratur.

Apa sajakah yang harus dilakukan untuk menjalani kolonoskopi?

Sebelum Anda menjalani kolonoskopi, usus Anda harus dibersihkan dari tinja dan bahan-bahan sisa agar mereka tidak mempengaruhi pemeriksaan visual yang dilakukan terhadap usus besar. Tiga hari sebelum tindakan, Anda biasanya akan disarankan untuk tidak memakan serat apapun (buah-buahan dan sayur-mayur). Bila kolonoskopi dilakukan pada pagi hari, Anda akan diberikan cairan pembersih khusus atau obat pencahar pada malam sebelumnya. Bila dilakukan pada siang hari, makan Anda harus mengkonsumsi obat pencahar pada pagi hari. Tindakannya sendiri akan dilakukan di bawah pengaruh obat penenang.

Apakah akan terasa sakit?

Sama sekali tidak. Seluruh tindakan dilakukan di bawah pengaruh obat penenang: Anda akan diberikan suntikan ke dalam pembuluh darah yang akan membuat Anda tertidur selama tindakan berlangsung, dan terbangun saat sudah selesai. Satu-satunya rasa tidak nyaman yang mungkin akan Anda rasakan adalah malam sebelumnya, ketika Anda mengkonsumsi obat pencahar. Namun beberapa pasien justru menyukai bagian ini! Mereka mengatakan kepada saya bahwa hal itu membuat mereka merasa sangat bersih, seperti detoksifikasi.

Bagaimana dengan setelah tindakan?

Anda biasanya tidak akan merasakan ketidaknyamanan setelah kolonoskopi. Beberapa pasien mungkin merasakan kembung pada perut mereka akibat sisa udara dalam usus, namun ini biasanya akan hilang setelah kentut. Anda akan dipulangkan setelah tindakan selesai, namun ada baiknya untuk memiliki seseorang yang dapat menemani Anda pulang karena mungkin masih ada sisa pengaruh dari obat penenang.

Kapan saya akan mengetahui hasilnya?

Anda biasanya akan memperoleh hasil dan temuan dari evaluasi kolonoskopi pada hari yang sama. Bila ditemukan adanya polip, ia akan diangkat saat itu juga dan dikirim untuk dilakukan pemeriksaan histologi. Biopsi juga dapat dilakukan untuk mengambil jaringan untuk diuji. Hasil dari uji ini akan diketahui belakangan.

Apakah ada risiko dalam kolonoskopi?

Semua tindakan memiliki risiko, namun risiko dalam kolonoskopi sangatlah kecil. Salah satu dari dua risiko utama adalah pendarahan pasca polipektomi, yang dapat terjadi 7 hingga 10 hari kemudian. Tingkat kejadiannya sangat rendah (0,1 hingga 0,6 persen) dan dapat diatasi dengan mudah. Risiko lainnya adalah perforasi saat kolonoskopi. Ini juga sangat langka (kurang dari 0,1 persen), namun akan membutuhkan operasi bila terjadi. Risiko jauh lebih kecil bila kolonoskopi dilakukan oleh ahli endoskopi yang berpengalaman dan terampil.

Bila saya benar-benar tidak mau menjalani kolonoskopi, apakah ada pilihan lain?

Ada. Anda dapat menjalani barium enema atau kolonografi tomografi computer/Computer Tomography (CT). Keduanya tidak terlalu invasive, namun juga memiliki risiko terjadinya perforasi. Mereka memiliki beberapa kekurangan – Anda akan terpapar sinar X, dan bila ditemukan adanya polip tidak dapat langsung diangkat saat itu juga. Selain itu risiko terlewatnya polip pun lebih besar. Kolonoskopi masih tetap menjadi standar emas dalam pemeriksaan.

Kanker kolon: Apa yang harus diperhatikan

  • Pendarahan pada dubur

  • Perubahan frekuensi buang air besar

  • Tinja yang berbentuk panjang dan tipis

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

  • Rendahnya jumlah sel darah merah tanpa sebab yang jelas

  • Nyeri pada perut

  • Terasa kembung pada perut

  • Rasa lelah yang terus-menerus

  Written by Kok Bee Eng

DIPOSTING DI Pencegahan Kanker
Label kolonoskopi , mencegah kanker , polip yang bersifat kanker
Baca Selengkapnya Tentang Kanker Kolorektal