Kembali Bekerja Setelah Terkena Kanker: 4 Cara Menghadapinya


Dominica Chua, konselor dari Parkway Cancer Centre, membahas mengenai bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri untuk kembali bekerja selama atau setelah pengobatan kanker.

Apakah Anda perlu kembali bekerja atau berhenti bekerja sepenuhnya selama pengobatan adalah keputusan pribadi; tidak ada jawaban yang salah atau benar. Karena setiap orang memberikan respons yang berbeda terhadap rejimen pengobatannya, maka Anda perlu membuat keputusan yang terbaik bagi tubuh dan keadaan Anda.

Berikut ini adalah empat hal yang dapat Anda lakukan agar siap secara psikologis dan emosional dalam perjalanan kanker Anda bila Anda memilih untuk kembali bekerja.

1) Pola pikir

Diagnosis dan pengobatan kanker Anda dapat menjadi jauh lebih positif bila Anda memiliki pola pikir yang dewasa – dimana Anda melihat kesulitan sebagai bagian dari sebuah perjalanan, dan mencari kesempatan untuk mengatasinya dengan keberanian dan ketekunan.

Memiliki pola pikir yang dewasa dapat membantu Anda tetap terbuka, positif dan tahan terhadap aneka perubahan yang terbentang di depan Anda ketika Anda kembali bekerja. Ini memungkinkan Anda untuk tetap spontan dan membantu Anda mempercayai proses alami kehidupan.

Dengan membiarkan hal-hal terungkap dengan sendirinya, Anda dapat menjaga pikiran negatif dan perasaan dengan lebih baik, serta tetap berpengharapan seraya kembali bekerja selama pengobatan.

2) Kesadaran

Kesadaran adalah berada di sini dan pada saat ini, dan memiliki rasa ingin tahu, terbuka, dan pandangan yang tidak menghakimi mengenai apa yang Anda alami secara internal dan eksternal. Melatih kesadaran secara teratur dapat membantu Anda untuk mengelola stres dengan lebih baik secara umum.

Satu cara umum melatih kesadaran adalah dengan fokus kepada irama napas kita. Gunakan lima hingga 10 menit untuk memperhatikan gerakan menghirup dan menghembuskan napas. Meskipun ini sederhana untuk Anda praktekkan sendiri, akan lebih mudah dan menyenangkan bila melakukannya secara berkelompok atau dengan seorang guru yoga atau konselor.

3) Mengelola harapan

Diagnosis kanker adalah pengalaman yang mengubah hidup, dan Anda mungkin harus menghadapi berbagai perubahan seperti misalnya efek samping dan perubahan rutinitas. Bila Anda memilih untuk terus bekerja saat menjalani pengobatan, Anda mungkin akan menghadapi perubahan kekhawatiran baru dalam pekerjaan.

Lemah lembutlah terhadap diri Anda. Buatlah harapan yang realistis dan tujuan yang dapat diraih, dengan mempertimbangkan perubahan yang terjadi dalam hidup Anda. Terbuka dan jujurlah terhadap para kolega dan penyelia Anda mengenai perubahan yang mungkin Anda butuhkan di tempat kerja agar dapat lebih baik menghadapi transisi kembali bekerja.

4) “Me-time”

Berkutat dengan pekerjaan dan pengobatan kanker tidaklah mudah. Merupakan hal yang wajar bila mengalami sejumlah besar emosi, seperti syok, rasa takut, gelisah atau bahkan marah. Anda bahkan dapat sangat sibuk dengan tanggung jawab di rumah dan di tempat kerja hingga mengabaikan waktu untuk diri Anda sendiri atau untuk mengurangi kegiatan.

Beberapa orang memilih untuk ‘melarikan diri’ dengan menyibukkan diri mereka dengan kerja yang berlebihan. Namun, meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang Anda sukai atau bahkan menghabiskan waktu sendirian untuk merenung, dapat membantu Anda mengatasi kesulitan dalam pengobatan kanker dan kembali bekerja.

‘Saya menderita kanker’

Kolega Anda dapat merasa canggung dengan diagnosis kanker Anda, dan mungkin tidak tahu bagaimana harus merespons atau apa yang harus dikatakan kepada Anda. Dan Anda mungkin juga merasakan hal yang serupa.

Buat rencana. Sebelum Anda kembali bekerja, putuskan dan latihlah sebelumnya apa yang akan Anda katakan kepada kolega Anda, apa yang akan diberitahukan, atau bahkan siapa yang akan Anda beri tahu.

Jujurlah pada diri Anda. Jujurlah dengan apa yang Anda rasaka atau pikirkan saat ini. Ceritakanlah dengan bijaksana dan mudah, jangan merasa terpaksa untuk menceritakan lebih banyak dari yang Anda inginkan, tidak peduli seberapa baik perhatian dan saran yang Anda terima.

DIPOSTING DI Kesehatan Psikologis
Label berpikir positif saat terkena kanker, mengelola emosi, tips bagi pasien kanker
DITERBITKAN 02 AGUSTUS 2018