Kemajuan dalam bedah toraks


Dokter spesialis bedah kardiotoraks Dr Lim Chong Hee dari C H Lim Thoracic Cardiovascular Surgery membahas mengenai hal terbaru dalam prosedur pembedahan untuk kanker paru. Operasi untuk mengobati kanker paru biasanya selalu berupa operasi besar. Untuk memperoleh akses terhadap paru-paru, dokter spesialis bedah toraks harus melakukan torakotomi posterolateral, yang melibatkan sayatan miring sepanjang 13 cm hingga 25 cm dari punggung hingga sisi samping. Terkadang sebuah rusuk harus dipindahkan sementara, atau harus digunakan sebuah alat khusus untuk melebarkan jarak antar rusuk agar dapat memperoleh akses ke ruang tersebut.

Namun, kita harus bersyukur dengan adanya perkembangan baru dalam bedah invasif minimal, sebagian besar prosedur, seperti lobektomi (pembuangan sebuah lobus dalam paru) dapat dilakukan dengan nyeri dan kehilangan darah yang jauh lebih sedikit.

Dalam hal prosedur bedah invasif minimal, saat ini tersedia dua pilihan – bedah toraks dibantu video/video-assisted thoracic surgery (VATS) atau bedah robotik.

VATS atau robot

VATS melibatkan sayatan kecil untuk memasukkan sebuah torakoskop (sebuah pipa panjang dan tipis yang memiliki kamera) yang memungkinkan dokter bedah untuk memeriksa rongga dada. Beberapa torakoskop hanya berdiameter 2 mm. Instrumen tambahan dimasukkan melalui portal lain untuk membuang jaringan.

Bedah robotik yang menggunakan Sistem Pembedahan da Vinci juga menggunakan sayatan mungil. Gerakan robot dikendalikan oleh dokter bedah. Bedah robotik menawarkan visualisasi yang lebih baik (menggunakan teknologi 3D) dan akses yang lebih baik terhadap beberapa jaringan.

Baik bedah robotik maupun VATS hanya membutuhkan sayatan kecil untuk memasukkan kamera dan peralatan, yang mana jauh lebih kurang invasif dibandingkan dengan torakotomi tradisional.

Selain prosedur yang lebih baik, perkembangan seperti endo stapler juga telah membantu membuat bedah toraks menjadi lebih aman. Endo staplers memotong dan menyegel pada saat yang sama, yang mana hal ini mempercepat jalannya operasi. Penting untuk dapat menyegel dengan cepat karena ketika Anda memotong paru-paru, maka ia akan mengeluarkan cairan ke dalam rongga, yang mana hal ini menempatkan pasien pada risiko terkena infeksi paru dan berkurangnya fungsi paru.

Bedah invasif minimal

Dengan kanker paru stadium dini, pada Stadium 1 dan 2, operasi menawarkan potensi penyembuhan dan lobektomi VATS merupakan suatu pilihan yang baik, Hanya dibutuhkn tiga buat portal, yaitu dua buah portal 10 mm dan sebuah portal tunggal 40 mm. Oleh sebab itu, prosedur ini lebih kurang invasif dan lebih dapat diterima oleh pasien. Hasilnya pun setara atau lebih baik daripada operasi terbuka.

 Keunggulan lain dari bedah invasif minimal adalah rasa nyeri yang lebih sedikit, tidak dibutuhkan retraksi tulang rusuk, dan pasien memiliki masa rawat inap di rumah sakit yang lebih singkat, serta kemampuan untuk kembali bekerja dengan lebih cepat.

Di Singapura, sekitar 90 persen lobektomi dilakukan melalui VATS, namun prosedur ini tidak banyak digunakan di Asia Tenggara. Pada sebagian besar negara di wilayah ini, kurang dari 15 persen lobektomi menggunakan VATS. Hal ini disebabkan oleh adanya kurva pembelajaran yang curam. Faktor-faktor lainnya yang menghalangi penggunaannya adalah kenyataan bahwa operasi melalui VATS berlangsung lebih lama dan dibutuhkan investasi awal yang tinggi.

Pengklasifikasian stadium yang lebih kurang invasif

Pengklasifikasian stadium kanker paru juga telah menjadi kurang invasif, terima kasih kepada prosedur yang lebih baik. Metode yang paling umum untuk melakukan biopsy adalah mediastinoskopi. Ini melibatkan sayatan kecil di atas leher dan menempatkan sebuah alat dengan kamera pada lubangnya. Alat ini memungkinkan dokter untuk melihat daerah tersebut. Alat ini juga dapat mengumpulkan contoh jaringan, yang dibutuhkan untuk biopsi. Namun, prosedur ini harus dilakukan pada pasien yang dibius total.

Meski demikian, kini terdapat pilihan yang relatif baru yang disebut ultrasonografi endobronkial/endobronchial ultrasound (EBUS). Diperkenalkan sekitar dua tahun yang lalu, EBUS memungkinkan dokter untuk melakukan suatu teknik yang dikenal sebagai aspirasi jarum transbronkial/transbronchial needle aspiration (TBNA) untuk mendapatkan contoh jaringan atau cairan.

Sebuah endoskop khusus yang cocok dengan prosesor ultrasonografi dan sebuah jarum aspirasi pengukur halus dimasukkan ke dalam mulut pasien dan dipandu melalui batang tenggorok. Dengan EBUS, tidak perlu dilakukan sayatan dan pasien hanya perlu ditidurkan, dan bukannya dibius total.

Selama beberapa tahun terakhir, pasien yang membutuhkan lobektomi memiliki pilihan untuk menggunakan bedah invasif minimal daripada torakotomi tradisional. Bedah invasif minimal untuk kanker paru telah terbukti serba guna dan banyak diminta oleh pasien karena prosedur ini melibatkan sayatan yang lebih kecil, lebih sedikit nyeri, lebih sedikit kehilangan darah dan masa pemulihan yang lebih cepat.

Di masa yang akan datang, permintaan untuk bedah invasif minimal akan meningkat. Dalam hal prosedur pembedahan, kemungkinan para dokter bedah akan berpindah kepada pembedahan portal tunggal untuk semakin meminimalkan sayatan. Sebagai tambahan, bedah robotik kemungkinan juga akan menjadi lebih populer.

Jimmy Yap
DIPOSTING DI Perawatan Kanker
Label bedah (invasif minimal) laparoskopi untuk kanker, bedah robotik, cara baru untuk mengobati kanker, infeksi paru, torakotomi, ultrasonografi (USG) kanker
DITERBITKAN 13 JULI 2017