Kelainan Darah pada Anak-anak

Disumbangkan oleh: Dr Anselm Lee Chi-Wai

Dr Anselm Lee Chi-Wai, seorang dokter anak dengan minat khusus pada hematologi anak dan onkologi di Parkway Cancer Centre, berbicara mengenai kelainan darah yang sering menyerang anak-anak.

Darah adalah satu-satunya organ yang tidak mempunyai bentuk atau ukuran yang teratur dalam tubuh manusia. Namun, darah ada mana-mana. Ketika tubuh dalam keadaan tidak baik, darah dapat terpengaruh. Ketika terjadi kelainan pada darah, tubuh akan merasakannya juga.

Kelainan pada darah mempengaruhi salah satu dari tiga komponen utama darah - sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh; sel darah putih yang melawan infeksi; dan trombosit, yang membuat darah membeku. Kelainan pada darah juga dapat mempengaruhi bagian cair dari darah, yang disebut plasma.

Kelainan darah pada anak dapat terjadi dalam berbagai bentuk anemia (jumlah sel darah merah yang rendah). Beberapa kelainan darah dapat membuat jumlah sel darah putih naik atau turun. Trombositopenia terjadi ketika jumlah trombosit di bawah dari jumlah normal. Lalu, ada penyakit yang mempengaruhi fungsi pembekuan darah. Pasien dengan sistem pembekuan yang tidak wajar dapat mengalami pendarahan atau penggumpalan darah dalam sirkulasi darah mereka.

Kanker darah atau kelenjar getah bening (leukimia atau limfoma) umumnya jarang terjadi, tetapi dua penyakit ini adalah penyakit paling umum dari kanker yang menyerang anak. Leukimia dan limfoma dapat muncul dalam bentuk pembesaran kelenjar getah bening di leher, anemia, atau organ yang membengkak di perut, tetapi kebanyakan anak-anak dengan anemia, pembengkakan kelenjar getah bening atau pembengkakan organ perut tidak memiliki kanker.

Penyakit kelainan darah pada anak-anak juga bisa datang dalam bentuk lemahnya kekebalan tubuh. Defisiensi imun merupakan penyakit serius. Beberapa anak meninggal dalam usia yang sangat muda karena infeksi bahkan tanpa sempat mendapatkan diagnosis. Tapi ketika infeksi ini dapat diagnosis tepat waktu, penyakit ini bisa diobati dengan sukses.

Penyakit kelainan darah pada anak-anak berbeda dengan pasien dewasa. Penyakit-penyakit ini terlihat umum secara keseluruhan, tetapi masingmasing dari penyakit darah sebenarnya tidak umum.

Penyakit kelainan darah tidak mudah terdiagnosis dalam tahap awal. Tes-tes khusus dan keahlian seorang seringkali diperlukan untuk memberikan diagnosis tepat waktu dan akurat.

Gejala, tanda dan implikasi Pembengkakan kelenjar / kelenjar getah bening di leher
  • Bisa saja hanya infeksi biasa
  • Vaksinasi
  • Histiositosis
  • Leukimia atau limfoma  
Memar
  • Cedera
  • Trombositopenia (jumlah trombosit rendah)
  • Hemofi lia
  • Penyakit Von Willebrand
  • Henoch-Schonlein purpura
  • Disfungsi trombosit turunan dengan eosinofi lia
  • Leukimia
  • Neuroblastoma  
Demam dengan durasi yang lama atau terjadi berulang kali
  • Defi siensi imun
  • Penyakit autoimun
  • Sindrom demam periodik
  • Leukimia dan limfoma
  • Neuroblastoma
  • Hemofagositik limfohistiositosis  
Anemia
  • Nutrisi (kekurangan zat besi, defi siensi vitamin B12)
  • Thalasemia
  • Sferositosis
  • Penyakit usus
  • Diamond-Blackfan anemia dan anemia bawaan lainnya
  • Anemia aplastik
  • Leukimia dan kanker lainnya  
Leukositosis (leukosit atau jumlah sel darah putih yang tinggi)
  • Infeksi
  • Peradangan
  • Cedera
  • Reaksi obat
  • Leukimia  
Leukopenia (jumlah sel darah putih yang rendah)
  • Infeksi
  • Sindrom Kostmann dan neutropenia kongenital lainnya
  • Neutropenia autoimun dari masa kanak-kanak
  • Leukimia  
Trombositopenia (jumlah trombosit rendah)
  • Imun trombositopenia (ITP)
  • Trombositopenia kongenital
  • Lupus eritematosus sistemik (SLE)
  • Sindrom uremik hemolitik, tipikal atau atipikal
  • Infeksi
  • Leukimia
Label anemia, kanker darah, kelainan darah, leukemia pada anak-anak, trombositopenia
DITERBITKAN 03 MARET 2017