Kanker paru: 5 hal yang perlu Anda ketahui


Kanker paru merupakan salah satu kanker yang umum, namun masih banyak mitos yang beredar tentangnya. Dr Tan Wu Meng dari Parkway Cancer Centre memberikan fakta yang sebenarnya mengenai kanker paru. Menurut Singapore Cancer Registry, antara tahun 2010 dan 2015, kanker paru berada pada peringkat kedua sebagai kanker yang paling sering didiagnosis dan merupakan pembunuh terbesar pada kaum pria.

Untuk kaum wanita, kanker paru berada pada peringkat ketiga sebagai kanker yang paling sering didiagnosis dan pembunuh terbesar kedua. Pria memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk terkena kanker paru dibandingkan wanita.

1) Terdapat dua jenis kanker paru

Kanker paru disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel abnormal secara tidak terkendali. Kanker ini berawal dari sel-sel yang terdapat dalam jaringan paru, biasanya di dalam saluran udara.

Terdapat dua jenis utama kanker paru, yaitu kanker paru non-sel-kecil/non-small cell lung cancer (NSCLC), yang merupakan jenis yang paling umum, dan kanker paru sel kecil/small cell lung cancer (SCLC), yang jumlahnya sekitar 10 persen dari seluruh kasus kanker paru.

NSCLC juga memiliki beberapa sub-tipe, termasuk adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa. Bila ditemukan secara dini, kanker paru jenis ini dapat diatasi dengan operasi dan/atau terapi radiasi dan kemoterapi.

SCLC juga dapat ditangani dengan cara yang serupa bila didiagnosis secara dini. Sayangnya, SCLC seringkali didiagnosis saat sudah berada pada stadium lanjut.

Pengobatan lainnya mencakup operasi, terapi yang ditargetkan dan imunoterapi. Dokter akan merekomendasikan rangkaian pengobatan yang berbeda tergantung kepada stadium kanker paru.

2)Â Orang yang tidak merokok dapat menderita kanker paru

Merupakan sebuah mitos bahwa hanya perokok yang dapat terkena kanker paru.

Tentu saja, pada sebagian besar kasus kanker paru, pasien memiliki riwayat merokok atau saat ini merupakan seorang perokok. Perokok memiliki kemungkinan 10 kali lebih besar daripada orang yang tidak merokok untuk terserang penyakit ini, dan sejauh ini merokok tembakau merupakan faktor risiko terbesar untuk kanker paru; ia menyebabkan lebih dari 80 persen dari semua kasus kanker paru di seluruh dunia.

Namun, orang yang tidak merokok juga dapat terkena kanker paru. Di Singapura, sekitar seperempat dari seluruh pasien kanker paru sama sekali tidak pernah merokok sebelumnya. Selain penggunaan tembakau, terdapat faktor risiko lainnya seperti riwayat keluarga dan paparan yang berkepanjangan terhadap bahan kimia tertentu.

3) Orang yang berusia muda dapat terkena kanker paru

Sebagian besar pasien kanker paru cenderung didiagnosis setelah mereka melampaui usia 40 tahun, yang mana hal ini menyebabkan timbulnya mitos bahwa hanya orang berusia lanjut yang dapat terkena kanker paru. Nyatanya, penyakit ini dapat bermula pada usia muda, meskipun jumlahnya sedikit. Menurut Singapore Cancer Registry, antara tahun 2010 dan 2014, sekitar 210 orang yang berusia kurang dari 45 tahun didiagnosis menderita kanker paru. Sekitar 2,5 persen pria dan 4,2 persen wanita yang menderita kanker paru berusia kurang dari 45 tahun.

4. Terdapat sedikit gejala

Sama seperti semua kanker, deteksi dan diagnosis dini kanker paru akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengobatan. Sayangnya, mungkin hanya terdapat sedikit gejala ketika kanker pertama kali berkembang; dimana gejala-gejala ini cenderung hanya muncul seiring dengan berkembangnya kanker. Perhatikan gejala-gejala berikut ini:

  • Sesak napas
  • Batuk yang tak kunjung sembuh, terkadang batuk darah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Turunnya berat badan secara tiba-tiba tanpa ada sebab yang jelas
  • Nyeri dada dan bahu
  • Infeksi dada yang tak kunjung sembuh

Meskipun gejala-gejala ini tidak selalu diakibatkan oleh kanker paru, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter bila Anda mengalami salah satunya.

5) Anda dapat menurunkan risikonya

Meskipun tidak ada cara yang dapat menjamin untuk mencegah kanker paru, Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit tersebut dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Berhenti merokok. Tidak peduli berapa lama Anda telah merokok, menghentikan kebiasaan ini pada usia berapapun dapat menurunkan risiko Anda untuk terkena kanker paru.
  • Jangan mulai merokok bila Anda bukan perokok.
  • Hindari menghirup asap yang ditimbulkan oleh rokok orang lain. Penelitian menunjukkan bahwa merokok pasif dapat meningkatkan risiko orang yang tidak merokok untuk terkena kanker sebesar 25 persen.
  • Menjaga diet yang sehat dan seimbang. Makanlah lebih banyak makanan yang rendah lemak, tinggi serat, dan lebih banyak buah-buahan serta sayur-mayur.
  • Tetaplah aktif. Lakukan olah raga aerobik sedikitnya 30 menit per hari, lima hari seminggu. Namun, bila Anda selama ini tidak berolah raga, mulailah secara perlahan-lahan dan jangan berlatih terlalu keras.
Kok Bee Eng
DIPOSTING DI Pencegahan Kanker, Perawatan Kanker
Label diagnosis kanker, infeksi paru, kanker yang umum, karsinoma sel skuamosa (KSS), kesalahpahaman, mengurangi risiko (terkena) kanker, riwayat kanker
DITERBITKAN 07 NOVEMBER 2017