06 JANUARI 2016

Kanker genital pada wanita

Disumbangkan oleh: Dr See Hui Ti

Dr See Hui Ti, Onkolog Medis di Parkway Cancer Centre, membahas tentang kanker genital yang umum terjadi pada wanita.

Dari 10 kanker peringkat atas pada perempuan, tiga diantaranya ditemukan di organ ginekologis. Beberapa dari kanker tersebut dapat terdeteksi dengan mudah, maka menjadi hal yang penting bagi kaum hawa untuk menjaga kesehatan organ genital mereka.

Kanker ovarium

Kanker ini mengacu pada pertumbuhan yang ganas dan timbul dari ovarium. Kanker ovarium yang paling umum adalah “epithelial”: Mereka timbul dari “kulit” (epithelium) ovarium. Kanker kedua yang umum terjadi adalah yang timbul dari “bagian dalam” ovarium, baik dari sel telur (tumor sel germinal) atau sel pendukung (seks cord/stromal). Ada pula kanker yang sangat langka yang berasal dari sel limfa ovarium, dikenal dengan limfoma ovarium.

Kanker ovarium menjadi kanker kelima terbanyak di Singapura dan biasanya menyerang wanita yang lebih tua. Kanker sel germinal dari ovarium lebih sering menyerang wanita dengan usia lebih muda.

Risiko:
Kumpulan penyebabnya meliputi kehamilan di usia tua, menstruasi terlalu dini, menopause yang terlambat, riwayat keluarga akan kanker ovarium, dan endometriosis.

Kanker ovarium sangat jarang yang bersifat genetik, meskipun sebagian keluarga memiliki mutase genetik seperti ketidaknormalan gen BRCA atau sindrom Lynch. Wanita yang memiliki kerabat derajat pertama (saudari kandung atau ibu) dengan penyakit ini memiliki risiko 20 kali lebih tinggi terserang kanker ovarium.

Gejala:
Kanker ovarium sulit dicegah atau terdeteksi secara dini karena penyakit ini sangat jarang menunjukkan gejala maupun tanda-tanda awal.

Gejala-gejalanya meliputi ketidaknyamanan di perut, kembung, dan perubahan kebiasaan BAB yang mana cenderung menandakan adanya kanker ovarium. Kendati sebuah Meskipun alat penanda di dalam darah yang disebut CA125 menunjukkan lebih tinggi sekitar 80 persen pada pasien dengan kanker ovarium epithelial, namun hal ini tidak selalu akurat untuk diagnosa awal, karena alat penanda tersebut bisa juga lebih tinggi pada kondisi nonkanker seperti endometriosis dan apendisitis atau radang usus buntu.

Skrining:
Saat ini, belum ada skrining yang diterima secara luas dan efektif untuk kanker ovarium. Namun, jika Anda memiliki. Riwayat keluarga yang kuat akan kanker payudara atau ovarium, maka Anda disarankan untuk melakukan tes dan konseling genetik.

Tip:
Jika tubuh Anda langsing dan mengalami tandatanda seperti rasa kembung dan tidak nyaman, segera periksakan dan mintalah dokter untuk USG serta tes darah untuk mendeteksi kanker ovarium secara dini.

Jika ada di antara anggota keluarga Anda yang memiliki riwayat kuat akan kanker payudara atau ovarium, segeralah berkonsultasi kepada dokter spesialis kandungan setahun sekali untuk diperiksa dan dilakukan USG.

Wanita yang memiliki riwayat keluarga yang kuat (akan kanker) harus mempertimbangkan untuk melakukan tes mutase BRCA diikuti dengan pertimbangan ooforektomi profi laktik (pembedahan pengangkatan kedua ovarium atau indung telur).

Kanker uterus

Kanker ini merupakan kanker paling umum pada saluran kelamin wanita di Singapura, dan yang terbanyak diantara kanker ini adalah yang menyerang lapisan rahim. Jenis kedua terbanyak berada di lapisan otot rahim (sarcoma). Jika ditemukan sejak dini dan segera diobati, tingkat kesembuhan untuk kanker uterus bisa melebihi 90 persen.

Di Singapura, kasus terbanyak pada wanita terjadi pada rentang usia 50 dan 70 tahun.

Risiko:
Wanita yang obesitas, mengalami menarche secara dini (periode datangnya haid pertama kali) dan menopause terlambat, atau mereka yang sedang dalam terapi penggantian hormone oestrogen bisa berada dalam risiko tinggi.

Kendati Anda mungkin berada dalam salah satu atau semua factor risiko tersebut di atas dan tidak terserang kanker uterus, Anda tetap harus waspada terhadap segala gejala dan bicarakanlah apa yang menjadi kekhawatiran Anda kepada dokter.

Gejala:
Waspadalah terhadap perdarahan yang tak normal, terutama jika terjadi pada masa premenopause.

Skrining:
Sangat penting untuk melakukan cek rutin, termasuk juga pemeriksaan area panggul. Sekitar 75 persen wanita yang terdiagnosa dengan kanker uterus telah berada pada penyakit Stadium 1. Dari jumlah tersebut, 80 sampai 90 persennya tidak akan terlihat adanya bukti kanker lima tahu atau lebih setelah pengobatan. Setelah operasi, sebagian pasien bisa mengambil manfaat dari radiasi adjuvant dan kemoterapi.

Tip:
Meskipun tidak ada cara mudah untuk skrining kanker uterus, namun kunci untuk bisa mendeteksinya sejak dini adalah dengan mewaspadai gejalanya, seperti perdarahan yang tidak normal dan tidak rutin, terutama ketika premenopause.

Anda dapat memangkas risiko Anda sendiri dengan menjaga berat badan ideal dan indeks massa tubuh (BMI). Berolahraga secara teratur dan menjalani pola makan rendah asupan lemak.

Kanker serviks

Kanker serviks paling banyak berkembang dari lapisan dalam dari serviks. Jika terkena infeksi dari Human Papillomavirus (HPV), dan jika seviks tidak bersih dari infeksi tersebut melebihi satu periode waktu, maka lapisan sel-sel serviks bisa berkembang menjadi suatu perubahan prakanker yang disebut Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN). Perubahan ini bisa menjadi kanker jika tidak segera diobati.

Taraf pendidikan yang meningkat di kalangan wanita telah membantu mereka yang berada pada risiko tinggi untuk secara sadar melakukan skrining dan menjalani pengobatan pada tahap CIN, sehingga kanker serviks telah menurun jumlahnya saat ini. Sebagian besar, penyakit ini terjadi pada wanita yang tidak rutin melakukan skrining, dan tidak pernah melakukan Pap smear sekalipun.

Penyebab/risiko:
Hubungan seksual pada usia dini, lebih dari satu pasangan seksual, merokok, dan riwayat terserang penyakit menular seksual dapat meningkatkan risiko kanker serviks.

Gejala:
Tidak ada gejala apapun pada stadium awal. Sedangkan pada stadium selanjutnya, gejala yang sering terjadi meliputi pendarahan vagina setelah melakukan hubungan seksual, pendarahan vagina yang tidak normal di antara m waktu haid, ketidaknyamanan selama berhubungan seksual, dan keputihan yang berbau busuk.

Skrining:
Karena kanker serviks dapat memakan waktu lima hingga 10 tahun untuk berkembang dari CIN, maka skrining dengan Pap smear regular dapat mendeteksi CIN cukup dini sehingga gejala tersebut dapat ditangani dengan baik sebelum harus mencapai tahapan kanker. oleh karena ini, sangat penting bagi para wanita untuk melakukan Pap smear rutin.

Tip:
Jika Anda termasuk yang aktif secara seksual, maka lalukanlah pap smear setiap tahun. Namun, jika Anda telah menjalani tiga kali Pap smear berturut-turut, maka Anda dapat mengurangi frekuensinya menjadi dua tahun sekali.

Jika Anda telah melakukan tes HPV pada smear serviks dan hasilnya normal, maka Anda dapat melakukan pap smear sekali dalam lima tahun.

Jika Anda khawatir akan tingginya kanker serviks, pertimbangkanlah untuk memperoleh vaksinasi sebelum Anda memulai hubungan seksual apapun.

Semakin dini vaksinasi diberikan, maka sistem imun pun akan semakin baik meresponnya.

Sistem reproduksi wanita

Sistem genital wanita terdiri dari dua bagian utama: Uterus (rahim) dan ovarium (indung telur).

  • Uterus terbagi ke dalam tubuh uterus – rahim, yang mana fungsi utamanya adalah sebagai penyangga bayi sebelum bayi tersebut lahir – dan serviks uterus, yang bertugas sebagai pintu gerbang menuju rahim.
  • Ovarium bertugas memproduksi ovum atau sel telur. Pada rentang waktu yang reguler, kedua indung telur mengeluarkan satu sel telur yang siap dibuahi oleh sperma selama hubungan seksual, yang dapat menyebabkan kehamilan dan kelahiran bayi.

Bagian genital wanita yang jarang didengar meliputi tuba falopi, yang menghubungkan ovarium ke rahim,dan vagina. Bagian-bagian ini terdapat di dalam. Sedangkan bagian luar alat genital wanita terdiri dari vulva labia dan klitoris.
 

Oleh Kok Bee Eng

Artikel ini berdasarkan informasi dari artikel Dr See Hui Ti, “Tips on maintaining the health of the female reproductive system”, dalam Volume 1 2015 Cancer Focus terbitan Masyarakat Kanker Singapura.  

DIPOSTING DI Pencegahan Kanker
Label kanker sel kuman, kanker virus papiloma manusia (HPV), kanker wanita (kebidanan), kanker yang langka, kanker yang umum, mutasi kanker, pap smear, riwayat kanker, vaksinasi
Baca Selengkapnya Tentang Kanker Ovarium , Kanker Serviks