19 AGUSTUS 2016

Berani menaiki roller coaster kehidupan


Dapat membantu orang merupakan alasan utama mengapa Li Bo, perawat yang berusia 29 tahun, memilih perawat sebagai profesinya.

Bahkan, ia sangat bertekad untuk menjadi seorang perawat sehingga ia berangkat ke Singapura melawan keinginan ayahnya – yang melarang dirinya untuk pergi ke Singapura.

Tidak terpengaruh dengan hal itu, Li Bo menyelesaikan studinya dan akhirnya mulai bekerja di rumah sakit setempat sebagai perawat di bagian rawat inap. Beberapa tahun kemudian, ia dihubungi oleh suatu biro pencari tenaga kerja (headhunter) dan ditawarkan menjadi bagian dari tim perawat onkologi di Parkway Cancer Centre, yaitu tempat dimana ia bekerja sekarang.

“Pada awalnya banyak tantangan yang saya hadapi namun saya menyukainya,” ujarnya.

Di rumah sakit tempat ia bekerja sebelumnya di suatu ruang onkologi medis, kondisinya sangat ramai dimana biasanya seorang perawat menangani tujuh orang pasien pada siang hari dan seorang perawat menangangi 16 pasien pada malam hari.

“Pekerjaannya sangat banyak dan saya merasa tidak dapat memberikan perawatan yang bermutu kepada pasien-pasien saya,” ujarnya. “Di Parkway Cancer Centre, saya merawat sekitar tujuh hingga 12 pasien dalam jangka panjang. Saya merasa sangat terhormat dapat berada di sini untuk mereka ketika mereka melalui salah satu masa yang terberat dalam hidup mereka.”

Li Bo selalu berusaha untuk tiba lebih awal di tempat kerjanya sehingga ia dapat mempersiapkan obat-obatan bagi para pasien yang akan menjalani kemoterapi. Selain itu, ia juga memeriksa semua instruksi dari dokter dan hasil laboratorium pasien-pasiennya untuk memastikan agar pengobatan mereka berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana.

Mengakui dirinya sebagai orang yang tertutup, Li Bo mengatakan bahwa ia harus belajar bagaimana berkomunikasi dengan pasien-pasiennya.

“Pada dasarnya saya adalah seorang yang pendiam. Saya sungguh-sungguh harus berusaha keras untuk berbicara dengan pasien-pasien saya. Namun saya menyadari betapa menyenangkan dan memuaskan berbicara dengan mereka! Adalah tugas saya untuk memastikan kondisi fi sik mereka dan menenangkan kekhawatiran mereka, namun saya juga jadi mengenal mereka dengan lebih baik,” ujar Li Bo.

“Sebagian besar pasien yang saya rawat telah menjadi teman baik. Kini saya merasa dapat mendukung mereka dengan lebih baik secara emosional dan mental.”

Beberapa orang pasiennya telah menjadi sangat akrab dengan Li Bo sehingga mereka masih tetap saling berhubungan dengannya meskipun pengobatan mereka telah selesai.

Ada seorang pasien yang mengubah cara pandang Li Bo terhadap kehidupan.

“Saya memiliki seorang pasien yang menjalani hidupnya dengan sangat berhati-hati. Ia tidak minum minuman beralkohol, merokokok, ataupun makan makanan yang tidak sehat. Ia berolah raga secara teratur dan melakukan banyak hal-hal yang menyehatkan. Namun, tetap saja ia terkena kanker,” jelas Li Bo.

“Selama pengobatannya, ia bercerita kepada saya dan mengatakan bahwa ia menyesal tidak menikmati hidupnya dengan lebih baik. Ia merasa telah menjalani hidupnya dengan bersikap terlalu konservatif dan sekarang ia merasa semakin menderita.”

Pasien tersebut selamat dari kanker dan mereka berdua kadang bertemu untuk saling bertukar cerita.

“Sekarang ia belajar berdansa, berkeliling dunia bersama suaminya, ia tidak mau membuang waktu lebih banyak lagi,” ujar Li Bo.

“Ia mengajarkan saya suatu hal yang berharga – yaitu untuk menjalani kehidupan saya. Selama ini saya adalah seorang gadis yang penakut dan tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal-hal yang gila. Meskipun saya telah beberapa kali berkunjung ke Universal Studios Singapore (USS), saya belum pernah menaiki roller coaster.”

Namun, gadis yang sekarang pemberani ini telah membuat rencana untuk melakukan skydiving di Australia sebelum ulang tahunnya yang ke-30 – dan ia telah beberapa kali menaiki roller coaster di USS.

“Onkologi merupakan salah satu bidang keperawatan yang paling menantang dan memuaskan,” ujar Li Bo. “Sebelumnya saya merasa takut terhadap bidang ini. Namun setelah bekerja di Parkway Cancer Centre selama lebih dari satu tahun, saya benar-benar merasa berada dalam dunia saya.”

Rekan-rekannya menjadi salah satu alasan utama. Namun alasan yang lebih besar adalah kebahagiaan yang ia rasakan ketika melihat pasien-pasiennya meninggalkan rumah sakit dalam keadaan terbebas dari kanker.

Ia menambahkan: “Sangatlah sulit untuk melihat seseorang yang telah menjadi temanmu menderita dan melalui begitu banyak penderitaan, namun rasanya terbayar ketika melihat mereka menjadi bertambah kuat dan dapat mengalahkan penyakitnya.”

Ditulis oleh Charmaine Ng   

Label pengalaman dengan pasien kanker, perawat kanker