13 JULI 2017

Apakah obesitas mempengaruhi kelangsungan hidup pasien kanker?


Dr Tan Wu Meng dari Parkway Cancer Centre membahas mengenai kemungkinan adanya hubungan antara kanker dan obesitas.

Obesitas dan kelebihan berat badan telah diketahui merupakan faktor risiko bagi semua jenis penyakit. Namun, pada tahun-tahun belakangan ini terdapat minat baru dalam hubungan antara obesitas dan kanker. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan suatu indeks sederhana yang umum digunakan untuk memeriksa apakah orang dewasa kelebihan berat badan atau kegemukan. Indeks ini dihitung berdasarkan berat badan seseorang dalam kilogram, dibagi dengan kuadarat dari tinggi badannya dalam meter (kg/m2).

Menurut World Health Organization, seseorang disebut kelebihan berat badan bila IMT-nya 25 atau lebih, dan kegemukan bila IMT-nya 30 atau lebih. Peran obesitas dalam kelangsungan hidup pasien kanker dapat menjadi tantangan untuk diteliti. Bila efek obesitas nyaris tidak kentara, maka dampaknya dapat sulit dideteksi secara statistic bila survei hanya melibatkan sejumlah kecil pasien. Beberapa peneliti telah menggunakan meta-analisis, yaitu suatu metode statistik dimana banyak uji klinis dikelompokkan bersama-sama, untuk membangun kelompok data yang lebih besar.

Pada rapat tahunan American Society of Clinical Oncology tahun 2014, dipresentasikan sebuah meta-analisis besar yang terdiri dari 80.000 pasien dengan kanker payudara stadium dini. Penelitian ini menemukan bahwa wanita pra-menopause atau mendekati menopause yang kankernya positif terhadap reseptor estrogen positif (atau ER+), IMT yang lebih tinggi tampaknya mengindikasikan kematian yang lebih tinggi di antara para pasien kanker payudara. Penelitian serupa telah dilakukan pada kanker prostat.

Meta-analisis besar lainnya melihat data pasien dari berbagai penelitian kanker prostat, baik pada pria yang bebas kanker maupun pada pria yang telah didiagnosis menderita kanker prostat. Di antara 1.263.483 pria yang diteliti yang pada mulanya bebas kanker, meta-analisis menemukan bahwa peningkatan IMT sebesar 5 kg/m2 dikaitkan dengan risiko kematian yang 15% lebih tinggi akibat kanker prostat. Penelitian ini juga melihat 18.203 pasien yang telah didiagnosis menderita kanker prostat. Para peneliti menemukan bahwa peningkatan IMT sebesar 5 kg/m2 berkorelasi dengan peningkatan risiko kekambuhan biokimia sebesar 21 persen, yaitu ketika kadar PSA (prostat spesifik antigen) meningkat meskipun telah diberikan pengobatan untuk kanker prostat.

Mengapa obesitas mempengaruhi angka kematian pada kanker prostat dan kanker payudara ER+? Satu kemungkinan adalah karena obesitas mempengaruhi campuran hormon di dalam tubuh. Penjelasan lainnya adalah karena pasien, yang secara fisik awalnya sudah kurang bugar, dapat lebih rentan terhadap dampak kanker dan efek samping terapi. Kami belum sepenuhnya memahami bagaimana obesitas mempengaruhi hasil dan kanker payudara dan prostat. Namun, satu hal yang kami tahu secara pasti: Tidak pernah terlalu dini untuk menjalankan gaya hidup yang sehat – tidak makan berlebihan dan berolah raga secara teratur.

Makan dengan baik, tetap bugar, melawan kanker

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa untuk beberapa jenis kanker, kelebihan berat badan pada saat didiagnosis telah dihubungkan dengan kematian terkait kanker, meskipun hubungan ini masih terus diteliti. Dengan menjaga tetap bugar, Anda dapat memiliki kondisi yang lebih baik untuk melawan kanker.
  • Peliharalah diet yang sehat dan seimbang sebagai bagian perjuangan melawan kanker.
  • Sertakan sayuran dalam makanan Anda, dan makan buah serta sayuran yang cukup tiap hari.
  • Kurangi konsumsi lemak jenuh dan gula.
  • Imbangi asupan energi dan pemakaian energi Anda. Kurangi asupan lemak hingga di bawah 30 persen dari asupan energi total dengan membuang bagian berlemak dari daging. Gunakan minyak nabati daripada minyak hewani. Rebus, kukus atau bakar daripada menggoreng, dan batasi konsumsi makanan yang memiliki banyak lemak jenuh, seperti misalnya daging berlemak atau es krim.
  • Tetap aktif – ini akan membantu Anda menjaga berat badan yang sehat.
DIPOSTING DI Nutrisi
Label gaya hidup yang sehat, pengelolaan berat badan