![]() |
Dr Ang Peng Tiamdalam Pikirkan Tubuh AndaDirektur medis di Parkway Cancer Centre sudah merawat pasien kanker selama hampir 20 tahun. Di tahun 1996, Dr Ang dianugerahi penghargaan Singapore's National Science Award atas kontribusinya yang luar biasa dalam penelitian medis. Beliau baru-baru ini juga menerbitkan sebuah buku tentang kisah cerita pasien yang berjudul "Dokter, Saya Mengidap Kanker. Bisakah Anda Membantuku?", yang sudah diterjemahkan ke dalam empat bahasa. |
Apakah lima tahun angka yang ajaib? Mempersiapkan perang lagi
Bagi banyak pasien dan keluarga mereka, lima tahun adalah “angka ajaib”, karena mereka bisa menarik napas lega. Selain itu, jika kanker Anda tidak berulang selama periode itu, maka Anda “sembuh”.
Tapi lima tahun tidak sepenuhnya tepat. Jika Anda melihat kurva keselamatan pasien dengan kanker yang berbeda, kebanyakan kurva akan menunjukkan puncak kesembuhan dari penyakit pada atau sebelum lima tahun. Dengan kata lain, hampir semua kanker tidak kembali setelah lima tahun. Anda akan tetap terbebas dari penyakit ini selama lima tahun setelah penyakit tidak kambuh dan Anda dianggap sudah sembuh.
Tapi beberapa kanker sangat agresif – kami bahkan tidak perlu menunggu lima tahun untuk menyatakan bahwa pasien sudah sembuh. Sebagai contoh, pada kanker paru-paru sel kecil, setelah pasien melewati dua tahun tanpa tanda-tanda kanker, kami hampir bisa yakin bahwa kanker tidak akan datang kembali. Alasannya, sel kanker tertentu ini tumbuh dengan sangat cepat. Jika kanker ini akan kembali lagi, kanker akan muncul kembali dengan sangat cepat.
Sebaliknya, ada kanker lain dimana tanda lima tahun tidak benar-benar berguna. Salah satu contoh yang paling baik adalah kanker payudara. Pasien bisa mengalami kemunculan kembali setelah tahun kelima. Hal ini sangat membuat frustasi bagi pasien yang penyakitnya kambuh kembali setelah tahun kelima karena mereka berasumsi bahwa mereka sudah “sembuh”.
Saya ingat seorang pasien dengan sangat baik. Saya merawatnya di tahun 1996, dan mengobatinya dari limfoma yang agresif (dinamakan “limfoma sel besar yang ganas” atau “diffuse large cell lymfoma”).
Dia aktif dan gemar berbicara. Di usia 68 tahun, matanya masih tajam, rambutnya dipotong pendek. Dia biasanya bergossip dengan saya di Mandarin dan Teochew. Dia menyelesaikan enam siklus kemoterapi dan berhasil sembuh empat bulan setelah pengobatan. Dan syukur, dia tetap sehat untuk jangka waktu yang sangat lama.
Awalnya, kunjungan lanjutan sering dilakukan – sekali atau dua kali sebulan. Semakin lama, intervalnya semakin panjang.
Setelah kira-kira delapan tahun, dia menghilang – dia tidak lagi datang karena dia pikir dia sudah sembuh. Dan saya kira juga begitu!
Tahun lalu, dia menemui dokter umumnya karena demam yang tidak diketahui penyebabnya. Meskipun sudah diberi antibiotik, demamnya tidak kunjung turun. Ketika dokter umumnya berkata bahwa ada kemungkinan kecil bahwa demam bisa disebabkan oleh kanker, maka dia kembali menemui saya pada hari itu juga.
Kami menemukan benjolan kecil di perut, yang kemudian dibiopsi. Ternyata, benjolan itu adalah limfoma dengan jenis yang sama persis. Berdasarkan definisi, pasien ini sudah sembuh dan benjolan yang timbul ini merupakan kanker baru. Tapi, karena jenis kankernya sama, kasus ini bisa dianggap sebagai kemunculan (kambuh kembali) yang terlambat. Dia kemudian mulai diobati dan kembali sembuh.
Saya menelepon Saul Rosenberg, seorang ahli onkologi terkenal dan seorang teman lama di Amerika Serikat, setelah mengkonfirmasikan diagnosis. Saul juga merupakan Professor of Medicine di Stanford University Medical Center dan dianggap sebagai “Bapak Limfoma”.
Dia berkata, “PT, ini menunjukkan bahwa kamu bertambah tua. Dengan berjalannya waktu, kamu akan mulai menemui pasien yang pernah kamu rawat datang kembali dengan penyakit yang berulang atau kanker baru beberapa tahun setelah mereka sembuh.”
Kemungkinan kambuh setelah lima tahun tergantung pada jenis kankernya. Dalam kanker payudara, kira-kira 10%-15% pasien, yang terbebas dari penyakit selama lima tahun, mungkin masih mendapati kemunculan kembali. Di banyak kanker lain, risiko kemunculan kembali sangat rendah sehingga tidak ada studi yang dilakukan untuk menentukan bagaimana kemunculan yang terlambat ini bisa dicegah.
Karena kemungkinan kambuh, orang ragu untuk mengatakan bahwa mereka “sembuh” dari kanker. Tapi kenyataannya, kanker bisa disembuhkan. Ada banyak pasien kanker yang sudah berhasil mengalahkan penyakit mereka dan terus bertahan hidup sampai usia lanjut dan akhirnya meninggal karena penyakit yang tidak berhubungan dengan kanker. Semakin awal kanker didiagnosis, semakin tinggi kemungkinan kanker bisa disembuhkan.
Pada saat yang sama, pasien kanker juga dipercaya lebih rentan terhadap kanker baru. Di bulan Desember 2006, saya melihat seorang pasien yang menderita kanker kolon stadium II empat tahun yang lalu dan tidak muncul kembali, tapi sekarang menemukan bahwa dia mengidap kanker payudara.
Lima tahun jelas merupakan target yang ditunggu-tunggu oleh semua pasien kanker. Kebanyakan pasien kanker yang telah mencapai target lima tahun benar-benar berhasil sembuh dari kanker mereka. Tapi, ada pasien yang kambuh.
Biasanya, ada beberapa orang yang sedih dan bertanya-tanya “Mengapa saya – lagi!” Kemudian ada orang lain yang berterima kasih atas tahun-tahun yang dipenuhi kesehatan dan mempersiapkan diri mereka untuk berperang lagi.
